Maju Mundur Rencana Investasi Tesla di Indonesia, Apakah Jadi?

Kompas.com - 30/04/2022, 08:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat Tesla Inc. dikabarkan berniat untuk berinvestasi di Indonesia sejak akhir 2020 lalu. Serangkaian bentuk komunikasi antara Tesla dan Pemerintah Indonesia pun terlaksana.

Paling baru adalah pertemuan antara delegasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dengan CEO Tesla Elon Musk di Giga Factory, Texas, Amerika Serikat, belum lama ini.

Namun sayangnya, bentuk konkret investasi tersebut hingga saat ini belum terungkap. Tak heran jika banyak yang sangsi, apakah Tesla jadi investasi di Indonesia?

Baca juga: Video Viral Petugas SPBU Dianiaya Dua Orang karena Tidak Dilayani

First Impression Tesla Model 3KOMPAS.com/DIO DANANJAYA First Impression Tesla Model 3

Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengatakan, salah satu alasan yang membuat Tesla masih ragu untuk investasi di Indonesia adalah soal komitmen pemerintah dalam pengembangan kendaraan listrik.

“Waktu dulu belum terbaca sama dunia internasional, terutama negara-negara G7 penguasa industri dunia, belum terlihat komitmen kita. Bisa saja hanya sebuah statement-statement politik biasa, tapi enggak kelihatan peta jalannya,” ujar Martinus, kepada Kompas.com (28/4/2022).

Meski begitu, Martinus mengatakan, makin ke sini terlihat bahwa pemerintah mulai berjalan dengan pola yang sama. Hal inilah yang mungkin membuat Elon Musk mulai percaya dengan Luhut.

Baca juga: Viral Pengendara Blokade Tol Cipularang karena Macet, Polisi Minta Maaf

“Kita jalan dengan pola yang sama, dengan statement yang sama pada saat Indonesia menawarkan ke Tesla, di awal-awal sebelum China masuk,” ucap Martinus.

“Kemudian China jalan dengan CATL, CATL kan salah satu industri yang leading di dunia baterai, yang mau comply dengan berbagai persyaratan yang diminta Indonesia,” kata dia.

Kemudian investasi juga masuk dari produsen Korea Selatan dengan LG Chem. Bahkan kabarnya pabrikan Jepang juga sudah ancang-ancang.

“China, Korea, dan Jepang juga mau masuk. Maka Amerika tidak mau ketinggalan, karena siapa yang menguasai energi, dia yang akan menguasai dunia,” kata Martinus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.