Kemenhub Minta Maaf Soal Penumpukan Kendaraan di Pelabuhan Merak

Kompas.com - 28/04/2022, 14:25 WIB
Pemudik bersepeda motor memasuki kapal di Pelabuhan Merak, Selasa (26/4/2022) malam. Puncak arus mudik ini diperkirakan terjadi pada 28 - 29 April 2022. Dok Perahu Pustaka/FacebookPemudik bersepeda motor memasuki kapal di Pelabuhan Merak, Selasa (26/4/2022) malam. Puncak arus mudik ini diperkirakan terjadi pada 28 - 29 April 2022.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelabuhan Merak, Banten, menjadi salah satu titik kemacetan pada mudik Lebaran 2022. Terlihat sejak Senin malam, terjadi kepadatan lalu lintas bahkan sempat tidak bergerak di Kamis Pagi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, salah satu penyebab panjangnya antrean di dermaga karena kantong parkir di dalam pelabuhan sudah penuh.

Dia pun memohon maaf atas kejadian tersebut yang cukup menghambat perjalanan sejumlah pemudik karena menyebabkan perjalanan pemudik tertunda cukup lama.

Baca juga: Video Pelabuhan Merak Padat, Mulai Lancar Pagi Ini


"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanannya bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan di Pelabuhan Penyeberangan Merak yang perjalanannya tertunda cukup lama pada Senin (25/04) malam maupun Selasa (26/04) dini hari," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (27/4/2022).

Dikutip dari Kompas Money, Pihak PT ASDP Indonesia Ferry tidak banyak menyampaikan apa yang menjadi penyebab antrean kendaraan panjang di pelabuhan. Pihaknya bilang telah menjalankan tugas sesuai tupoksinya sebagai operator.

"Karena surat persetujuan berjalan yang menerbitkan adalah regulator (Kemenhub). Sebagai operator kami menyeberangkan," ujar Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin saat dihubungi Kompas.com, Rabu malam.

Baca juga: Catat, Ini Jadwal One Way dan Ganjil Genap di Jalan Tol

Selama periode Mudik Lebaran 2022, Kemenhub memang membuat aturan pembatasan penumpang di pelabuhan Merak. Dengan alasan mengutamakan keselamatan penumpang dari potensi overkapasitas yang bisa menyebabkan kecelakaan.

Namun, aturan ini justru menyebabkan antrean kendaraan yang mengular dan penumpukkan pemudik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.