Kompas.com - 28/04/2022, 12:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Beristirahat di bahu jalan meningkatkan potensi celaka baik bagi pengemudi maupun pengguna jalan lain yang melintas. Selama arus mudik, masih ada pengendara yang menepi di bahu jalan untuk beristirahat sejenak.

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno mengimbau pemudik Lebaran tahun 2022 agar tidak menggunakan bahu jalan tol untuk beristirahat.

"Yang harus diperhatikan selama berada di jalan tol adalah jangan sekali-kali beristirahat menggunakan bahu jalan tol," ucap Djoko dalam siaran pers seperti dikutip Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: 7 Gerbang Tol Ini Berlakukan Ganjil Genap Saat Arus Mudik Lebaran

Terkait hal ini, Djoko meminta petugas mobil patroli jalan tol untuk tidak membiarkan kendaraan yang beristirahat di bahu jalan.

"Segeralah meminta untuk melanjutkan perjalanan atau keluar jalan tol terdekat untuk mencari tempat istirahat lebih aman," ucap Djoko.

Dengan adanya pembatasan pengunjung dan pembatasan waktu singgah di rest area, beristirahat di bahu jalan mungkin jadi alternatif paling mudah yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi kelelahan.

Contraflow di Tol Japek, Rabu (27/4/2022) pagi.Jasa Marga Contraflow di Tol Japek, Rabu (27/4/2022) pagi.

Namun, melihat besarnya bahaya yang menanti, pemudik lebih baik mencari pintu keluar tol terdekat untuk beristirahat sejenak dengan lebih aman dan nyaman.

"Kalau rest area terbatas, atau ditutup, cari saja pintu keluar terdekat. Pasti di situ, minimal ada tempat yang untuk istirahat," ucap Sony kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Untuk urusan istirahat, Sony mengatakan pemudik tidak bisa sekedar memikirkan kerugian jika harus keluar tol. Karena, ini lebih baik daripada terus memaksakan diri berkendara atau berhenti di bahu jalan, karena meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan.

Baca juga: Aturan Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan Selama Libur Lebaran 2022

Agar istirahat bisa efektif walaupun dalam waktu yang sebentar, Sony menjelaskan yang terpenting pengemudi harus melakukan stretching dan berinteraksi dengan orang sekitar untuk menstimulasi saraf.

"Tipsnya, sebenarnya hanya 15 menit. Yang dilakukan lima menit pertama refresh otot. Stretching leher, pinggang, tangan, kaki. Kemudian, lima menit kedua itu melakukan refresh terhadap saraf," ucap Sony.

Kemudian, penting bagi pengemudi untuk menentukan co-driver yang bisa diajak berinteraksi saat perjalanan, untuk mengantisipasi pengemudi merasa jenuh atau mengantuk selama perjalanan.

"Co-driver ini, membantu si pengemudi supaya lebih selamat lagi. Jangan cuma kita lihat ke depan saja, tapi liat matanya. Kalau dia sudah mulai gerakan (matanya) abnormal, matanya sudah mulai 'lima watt,' itu dia harus putuskan. Ganti (pengemudi) atau stop," ucap Sony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.