Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 19/04/2022, 19:11 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com— Saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan ada banyak aktivitas yang menjadi terganggu. Mulai dari pola makan hingga durasi tidur menjadi lebih sedikit.

Alhasil, kondisi ini membuat banyak pengemudi rentan mengalami rasa kantuk saat berkendara di bulan puasa. Hal ini tentunya akan berbahaya dan mengganggu keselamatan berkendara.

Baca juga: Kecelakaan Grup Musik Debu, Kecepatan Mobil Diduga di Atas 100 Kpj

Dokter umum, dr. Daniel Lienata menyarankan agar pengemudi mobil yang sedang berpuasa harus dalam keadaan prima.

“Pastikan kondisi prima dengan istirahat tidur cukup, sudah sahur, sehat, tidak sedang sakit berat,” katanya baru-baru ini pada Kompas.com.

Saat seseorang mengantuk akan membuat konsentrasi mengendarai mobil hilang. Oleh karena itu istirahat yang cukup penting dilakukan agar kondisi pengemudi yang sedang berpuasa tetap stabil.

Ilustrasi mengantuk saat berkendara.albayan Ilustrasi mengantuk saat berkendara.

Jangan bergadang atau menunda jam tidur jika memiliki aktivitas yang mengharuskan mengendarai mobil sendiri. Kebiasaan ini akan membuat pengemudi mudah mengantuk. 

Sementara itu, dr Titi Sekarindah, SpGK, dari Rumah Sakit Pusat Pertamina Kebayoran Baru menyarankan agar pengemudi harus sahur dengan menu yang bergizi seimbang agar tidak cepat lemas dan mengantuk.

Baca juga: Estimasi Biaya Mudik Jakarta-Surabaya Pakai LCGC 5-Seater

“Usahakan sahur cukup dengan menu seimbang lebih awal dan tidur sebentar setelah sahur sebelum mengemudi,” katanya baru-baru ini pada Kompas.com.

Menurut dr Titi, saat menjalankan puasa akan membuat orang mengantuk karena jam tidur berkurang. Akan berbahaya jika ketiduran saat mengemudikan mobil, maka sebaiknya turun sejenak dari mobil.

Kemudian dan bergerak seperti jalan ringan dan gerakan pemanasan. Langkah ini bisa dilakukan agar pengemudi tidak mudah mengantuk saat berpuasa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.