Calon Titik Kemacetan di Jabar dan Jateng Saat Mudik Lebaran 2022

Kompas.com - 18/04/2022, 03:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang Lebaran 2022, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan antar wilayah pada puncak arus mudik Lebaran yang diperkirakan jatuh pada 28 April 2022.

“Perlu diantisipasi bersama bagi masyarakat yang akan bepergian dapat mengatur waktu perjalanan misalnya tidak pergi serentak pada saat puncak arus mudik,” ucap Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi, dalam keterangan yang dikutip Kompas.com, Minggu (17/4/2022).

Kemenhub juga telah memprediksikan sejumlah titik rawan kemacetan di masa arus mudik Lebaran 2022, khususnya di wilayah Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Tengah (Jateng).

Baca juga: Jangan Sembarangan Menaruh Barang-barang Kecil di Mobil

Menurut Budi, berdasarkan pantauan dari Purwokerto menuju Jakarta, sejumlah titik yang berpotensi mengalami kemacetan akibat adanya perbaikan jalan sudah terlihat cukup baik dan diharapkan pada H-10 sebelum Lebaran sudah siap digunakan para pemudik.

Sejumlah kendaraan roda dua dan empat melintas sekitar kawasan Pasar Kue Weru, Desa Weru, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). Pasar tradisional ke empat yang mayoritas menjual jajanan kering ini juga berpotensi menjadi titik hambatan para pemudik. Kompas.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHON Sejumlah kendaraan roda dua dan empat melintas sekitar kawasan Pasar Kue Weru, Desa Weru, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). Pasar tradisional ke empat yang mayoritas menjual jajanan kering ini juga berpotensi menjadi titik hambatan para pemudik.

“Dari hasil pantauan saya hari ini, beberapa titik di sekitar jalan nasional dari Pejagan sampai Prupuk Jawa Tengah terpantau sudah cukup bagus karena sebelumnya terjadi kerusakan,” kata dia.

Budi juga mengingatkan Pemerintah Daerah dapat mengantisipasi aktivitas pasar tradisional yang terletak tepat di sisi jalur utama Pantura yang dikhawatirkan menjadi pusat kemacetan.

Diketahui, pada jalur Pantura Cirebon terdapat 6 pasar tradisional yang dikhawatirkan rawan kemacetan yakni Pasar Sandang Tegal Gubuk, Pasar Darurat Pasalaran, Pasar Mundu, Pasar Gebang, Pasar Kue Weru, dan Pasar Minggu Palimanan.

Baca juga: Sepele tapi Penting, Posisi Paling Benar Menyimpan Kartu Tol dan Uang di Mobil

“Aktivitas para pedagang dan pembeli di pasar tradisional tersebut tak jarang hingga ke bahu jalan. Akibatnya dapat berpotensi menghambat pergerakan laju kendaraan arus mudik dari Jakarta menuju Jawa Tengah, dan juga sebaliknya,” kata dia.

Maka dari itu, ia mengimbau Pemerintah Daerah untuk menyiapkan skema yang tepat dalam mengantisipasi rawan kemacetan agar perjalanan para pemudik dapat terjamin aman dan lancar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.