Kompas.com - 16/04/2022, 12:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Satu unit truk bermuatan sembako terguling akibat tak kuat menanjak di ruas jalan raya Suru-Sooko, Desa Suru, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (15/4/2022).

Kapolsek Sooko-Ponorogo Iptu HM Anwar Fatoni menjelaskan, kecelakaan tunggal itu bermula saat truk yang dikemudikan tersebut bermuatan penuh sembako tersebut terguling di tanjakan Biting. Di saat bersamaan, mesin truk juga mati.

"Akibatnya truk mundur sejauh 200 meter. Kondisi truk makin tidak terkendali sehingga terguling posisi miring ke kanan," ucap Fatoni seperti dikutip Kompas Regional.

Baca juga: Yaris Tabrak Truk dan Tercebur ke Sungai, Pengemudi Diduga Mabuk

Fatoni menjelaskan, kecelakaan tersebut terjadi akibat mesin truk mati saat berada di posisi hendak melewati tanjakan. Akhirnya, sistem pengereman tidak berfungsi sehingga truk melaju mundur sejauh 200 meter sebelum terguling.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dan korban luka dalam kecelakaan tersebut. Namun, kerugian akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp 20 juta.

Deputy GM Product Division PT Hino Motor Sales Indonesia Prasetyo Adi Yudho mengatakan, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan truk gagal menanjak dan mundur.

TERGULING-- Sebuah truk bermuata sembako terguling lantaran tak kuat menanjak di ruas jalan raya Suru-Sooko, Desa Suru, Kecamatan Sooko,  Kabupaten  Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (15/4/2022).KOMPAS.COM/Dokumentasi Polres Ponorogo TERGULING-- Sebuah truk bermuata sembako terguling lantaran tak kuat menanjak di ruas jalan raya Suru-Sooko, Desa Suru, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (15/4/2022).

"Pertama adalah beban kendaraan. Jika overloading, membuat kapasitas rem tidak mampu menahan beban," ucap Prasetyo.

Kemudian mesin truk. Jika mesin truk mati saat menanjak dan truk masih menggunakan sistem rem air over hydraulic, truk tidak akan bisa mengerem saat mesin mati karena tidak ada udara yang dihasilkan.

Baca juga: Jangan Campur Air Wiper dengan Sampo, Ini Alasannya

"Faktor ketiga bisa terjadi karena minyak rem yang bocor, jadi tidak berfungsi. Selain itu, rem parkir yang tidak berfungsi atau sopir yang tidak menarik rem parkir saat kendaraan tidak sanggup menanjak juga bisa menjadi penyebabnya," ucap Prasetyo.

Prasetyo mengatakan, penyebab lainnya juga bisa karena posisi transmisi dalam keadaan netral. Sehingga, tidak ada engine brake yang bisa membantu menahan laju truk, membuatnya meluncur tak terkendali.

Namun ia mengatakan, faktor-faktor tersebut baru sebatas asumsi saja, tetap perlu ada penyelidikan saat terjadi kasus truk gagal menanjak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.