Sambut Mudik, Kemenhub Atur Strategi Kelancaran Simpang Susun Cileunyi

Kompas.com - 26/03/2022, 07:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdar), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai melakukan persiapan Angkutan Lebaran 2022. Salah satunya dengan menggelar rapat koordinasi antar instansi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, koordinasi dilakukan sebagai upaya menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), terkait kebijakan mudik saat Hari Raya Idul Fitri tahun ini yang sudah diizinkan dengan syarat dua kali vaksin premier dan satu kali booster.

"Berkenaan dengan hal itu, diperlukan koordinasi antar pemangku kepentingan mengenai pelaksanaan teknis di lapangan agar Angkutan Lebaran 2022 ini dapat berjalan aman, tertib, selamat, dan lancar," ucap Budi dalam keterangan resminya, Jumat (25/3/2022).

Untuk pembahasan kali ini, Budi mengatakan fokusnya memastikan kelancaran arus lalu lintas di Simpang Susun Cileunyi, Nagrek, Limbangan, sampai Garut, baik saat arus mudik dan juga arus balik.

Baca juga: Pemerintah Izinkan Mudik Lebaran, Intip Persiapan Tol Cipali Hadapi Arus Mudik

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi melakukan rapat koordinasi kelancaran mudik di Simpang Susun Cileunyi.KEMENHUB Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi melakukan rapat koordinasi kelancaran mudik di Simpang Susun Cileunyi.

Menurut Budi, dengan adanya perubahan di Simpang Susun Cileunyi masih diperlukan pengaturan yang lebih detail. Karena dikhawatirkan bisa berpotensi membuat masyarakat binggung saat dalam perjalanan.

"Simpang Susun Cileunyi ini kalau tidak diatur atau ada mitigasi yang bagus akan membuat masyarakat bingung dan berdampak pada kelambatan arus lalu lintas maupun konflik antar kendaraan. Padahal tujuan pemerintah membangun Simpang Susun Cileunyi untuk memperlancar arus lalu lintas," kata Budi.

Mulai dari Simpang Susun Cileunyi sampai Sumedang, Ditjen Hubdat meminta Bupati dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan penataan ulang karena masih banyak hambatan. Tak hanya saat momentum Lebaran, tapi juga ketika akhir pekan.

Budi mengatakan, sampai dengan saat ini area tersebut masih banyak terlihat pengendara sepeda motor yang melawan arus serta kawasan yang rawan banjir. Sedangkan untuk di Nagrek, setelah adanya pembangunan fly over terlihat lebih baik.

Baca juga: Lampu Hijau Mudik Lebaran, Kemenhub Siapkan Aturan hingga Posko Vaksin

Namun demikian, Pemerintah Daerah (Pemda) masih perlu untuk memberikan edukasi ke masyarakat agar tidak berjualan di sembarang tempat. Budi menegaskan bahwa permasalahan lalu lintas merupakan kondisi nyata yang harus dibahas bersama-sama.

One Way saat mudik lebaranKOMPAS.com One Way saat mudik lebaran

"Apakah nantinya akan dibuat rekayasa lalu lintas seperti sistem one way (satu arah) atau semacam simulasi sebagai persiapan menjelang Angkutan Lebaran pada tahun ini," ujar Budi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.