Tanpa SIM dan STNK, Apakah Bisa KTP Jadi Jaminan Saat Kena Tilang?

Kompas.com - 10/03/2022, 09:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) merupakan dokumen penting yang menunjukkan identitas dan legalitas berkemudi di jalan.

Sehingga apabila pengendara terkait terbukti melanggar lalu lintas, maka petugas kepolisian di lapangan akan menyitanya sebagai alat bukti. Bila tidak ada, kendaraan terkait bisa saja disita hingga proses tilang selesai.

Hal tersebut termaktub dalam Undang-undang No 22 tahun 2019 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Lantas, bisakah barang bukti itu digantikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP)?

Baca juga: Tidak Bisa Menunjukkan SIM dan STNK, Kendaraan Bisa Ditahan Polisi

Meski sudah ada rambu larangan, sejumlah pengendara motor masih melintas di flyover Pesing, Jakarta Barat, pada Senin (10/1/2022).Kompas.com/MITA AMALIA HAPSARI Meski sudah ada rambu larangan, sejumlah pengendara motor masih melintas di flyover Pesing, Jakarta Barat, pada Senin (10/1/2022).

Dihubungi Kompas.com, Kepala Subdirekorat Pembinaan dan Penegakan Hukum (Kasubdit Gakkum) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Jamal Alam mengatakan bila hal itu tidak bisa.

"SIM dan STNK harus selalu dibawa pada saat mengendara kendaraan bermotor di jalan. Dalam aturan, ada dua tindakan yang bisa dilakukan oleh petugas yaitu memiliki SIM dan tidak dapat menunjukkan SIM," kata dia, Rabu (9/3/2022).

"Dokumen itu sendiri, belum bisa digantikan oleh dokumen lain (termasuk KTP)," ucap Jamal.

Sehingga ia mengimbau untuk tiap pengendara selalu membawa SIM dan STNK saat berkendara di jalan. Sebab dokumen tersebut multak dan tak dapat digantikan.

Sebab, SIM merupakan bukti bahwa pengendara kendaraan sudah resmi dinyatakan memenuhi sejumlah persyaratan berkendara. Sementara itu, STNK bukti multak atas kepemilikan kendaraan terkait.

Baca juga: Jangan Sampai Telat Perpanjang SIM, Ini Risikonya

Panit Urai Satwil Lantas Polres Metro Jakarta Timur, Iptu Sigit Kris menunjukkan kertas biru yang dibuang anggota ASN saat ditilang, Kamis (23/7/2020)KOMPAS.COM/WALDA MARISON Panit Urai Satwil Lantas Polres Metro Jakarta Timur, Iptu Sigit Kris menunjukkan kertas biru yang dibuang anggota ASN saat ditilang, Kamis (23/7/2020)

Setiap pengendara yang tidak memiliki SIM akan diberikan sanksi pidana kurungan paling lama 4 bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta, seperti tercantum dalam Pasal 281 UU 22/2009 tentang LLAJ.

Sedangkan bagi pengendara kendaraan bermotor yang memiliki SIM namun tidak dapat menunjukkan saat razia dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

"Setiap pengendara yang tidak dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor (STCK) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu," tulis Pasal 288 ayat 1 pada UU LLAJ.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.