Kompas.com - 09/03/2022, 18:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bukan pemandangan yang langka ketika sedang di jalan melihat pengendara motor membonceng penumpang lebih dari satu orang.

Hal buruk tersebut seharusnya dihindari, karena berpotensi bahaya bagi diri sendiri juga pengguna jalan lainnya.

Pasalnya, ketika berboncengan perlu adanya keselarasan dan koordinasi antara pengendara dan pembonceng supaya berkendara menjadi lebih aman dan nyaman.

Mulai dari kesesuaian posisi duduk, dan gerakan seirama sehingga bersama-sama menjaga keseimbangan sepeda motor yang optimal saat berkendara.

Baca juga: Jaga Keawetan Power Steering, Hindari Kebiasaan Ini

Alfian Dian Pradana, Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng mengatakan, ada tiga postur yang harus diperhatikan pembonceng.

Pertama adalah tangan, kedua lutut, dan ketiga kaki.

“Tangan harus ke depan dan merangkul ringan di bagian perut pengendara, hal ini berfungsi sebagai sensor pengendara untuk mengetahui reaksi pembonceng terhadap gaya dorong motor dan juga sebagai pegangan pembonceng agar badan tidak mengayun ke belakang,” ucap Alfian kepada Kompas.com, Rabu (9/3/2022).

postur boncengan yang sempurnaAstra Motor Jateng postur boncengan yang sempurna

Kemudian, posisi lutut menjepit ringan pinggang pengendara, dengan posisi ini membantu pembonceng mudah menjaga keseimbangan tubuhnya diatas motor dengan kakinya.

Ketiga, posisi kaki berada di atas footstep, sebagai sikap duduk yang sempurna ketika membonceng sekaligus mampu membantu menahan berat tubuh pembonceng ketika terjadi pengereman.

“Dengan menggunakan 3 postur berboncengan tersebut, pembonceng akan cepat merespon gerakan-gerakan yang dilakukan oleh pengendara, juga sebaliknya pengendara juga mendapatkan reaksi dari pembonceng sehingga mampu menyesuaikan kendali motornya agar selalu seimbang dan terkendali,” kata dia.

Baca juga: Ini Aturan Penggunaan Warna Lampu pada Kendaraan

Selain itu, menurut Alfian, pengendara juga harus sadar bahwa ketika berboncengan, maka beban bertambah sehingga butuh keahlian lebih dan jarak pengereman yang akan makin panjang sebagai kunci dasar aman saat berkendara.

“Perlu disadari bahwa pembonceng memiliki resiko yang sama dengan pengendara saat terjadi kecelakaan, bahkan banyak fakta di lapangan saat terjadi kecelakaan pembonceng memiliki resiko yang lebih parah, maka dari itu kita perlu ketahui dasar-dasar pengetahuan keselamatan berkendara untuk mengurangi resiko yang mungkin terjadi,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.