Kompas.com - 02/03/2022, 07:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Jalan raya Puncak menjadi langganan tujuan para wisatawan untuk menghabiskan waktu saat liburan.

Saat akhir pekan atau tanggal merah, kawasan yang berada di Bogor, Jawa Barat itu selalu di padati oleh berbagai kendaraan. Baik itu kendaraan roda dua atau roda empat, pengemudi rela menempuh kemacetan untuk berkunjung ke Puncak.

Oleh karena itu, fenomena kemacetan di jalur Puncak menjadi hal yang sudah tidak asing lagi. Faktanya, jumlah volume kendaraan yang keluar masuk tidak seimbang dengan kondisi serta kapasitas jalan.

Baca juga: Rem Brembo yang Dipakai Motor MotoGP 2022

Kasatlantas Polres Bogor AKP Dicky Anggi Pranata mengatakan, jika panjang jalur puncak adalah 22 km dengan lebar ruas jalan yang berbeda.

Jalur puncak ialah 22 Km dengan lebar jalan yang berbeda. Ada yang lebar 8 meter dan kurang dari itu. Nah kalau yang titik macet itu cenderung jalan dengan lebarnya sempit atau kecil,” kata Dicky baru-baru ini pada Kompas.com.

Taman Safari adalah salah satu jalan di kawasan Puncak dengan lebar kecil. Meskipun kecil, titik ini selalu menjadi pusat keramaian kawasan puncak. Alhasil jalan di sekitar tempat destinasi wisata tersebut menjadi salah satu sumber kemacetan di kawasan Puncak.

Petugas kepolisian sedang menerapkan rekayasa lalin one way di jalur Puncak atau tepatnya di Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (27/2/2022).KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN Petugas kepolisian sedang menerapkan rekayasa lalin one way di jalur Puncak atau tepatnya di Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (27/2/2022).

Dicky juga menyebutkan jika jalan dari Taman Safari hingga ke arah atas cenderung jalan kecil yang sempit. Maka apabila kendaraan melakukan manuver sangat rawan. Bahkan, jika terjadi kecelakaan atau mobil mogok di jalan ini akan memperparah kemacetan.

“Total panjang jalur Puncak ialah 21,876 Km dengan lebar jalan yang berbeda,” kata Komunikasi Publik BBPJN DKI Jakarta - Jawa Barat saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga: Terjebak Macet di Puncak, Ini Cara Nyetir Mobil Manual agar Tidak Mundur

Komunikasi Publik BBPJN DKI Jakarta - Jawa Barat juga menyebutkan jika Gunung Mas menjadi titik di jalur puncak yang lebarnya paling luas. Gunung Mas atau STA 15+400 - 17+125 memiliki panjang 1,6 km dengan lebar jalan 13,5 m.

Sementara itu, titik di jalur puncak yang lebarnya paling sempit ada di Wisma Lemigas Desa Tugu. Dengan titik patokan atau STA 15+200 - 15+525, jalan ini memiliki panjang jalan 0,325 km dan lebar jalan 7m.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.