Kompas.com - 17/02/2022, 11:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Fenomena aquaplaning kerap dihadapi oleh pengemudi kendaraan roda empat saat berkendara melalui permukaan jalan yang basah atau dengan genangan air.

Aquaplaning sendiri merupakan kondisi slip di mana roda melayang saat melalui genangan air dalam kecepatan tinggi.

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menjelaskan, ketinggian roda melayang saat mengalami aquaplaning bervarias tergantung dari seberapa cepat kendaraan tersebut melaju.

Baca juga: Saat Mengalami Aquaplaning Jangan Langsung Banting Setir

"Bisa saja satu sentimeter, atau kurang. Tergantung dengan kecepatan kendaraannya," ucap Jusri saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Jusri menjelaskan, cara untuk menghindari aquaplaning saat berkendara melalui permukaan jalan yang basah sebenarnya sangatlah sederhana. Yaitu, dengan menurunkan kecepatan kendaraan ketika banyak genangan air.

"Bagaimana menyikapinya? Begitu ada hujan, atau permukaannya basah, kecepatan kita harus turun. Sederhana bukan? Itu antisipasinya," kata Jusri.

Semakin cepat kendaraan dipacu, kemungkinan mobil mengalami aquaplaning akan lebih besar. Sehingga, mengurangi kecepatan saat berkendara melalui genangan air merupakan salah satu tindakan preventif yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya aquaplaning.

Berkendara di musim hujan bisa menjadi tantangan tersendiri, termasuk terjadinya aquaplaning.Chevrolet Indonesia Berkendara di musim hujan bisa menjadi tantangan tersendiri, termasuk terjadinya aquaplaning.

Selain itu, kualitas dan jenis ban yang dipakai juga berperan penting dalam mencegah terjadinya aquaplaning. Jusri menjelaskan, permukaan ban yang sudah mulai gundul dapat memperbesar dampak aquaplaning.

"Pengaruh permukaan ban yang gundul, grip atau alurnya sudah tipis, itu akan membuat impact aquaplaning semakin besar," kata Jusri.

Baca juga: 10 Mobil Terlaris pada Januari 2022, Mitsubishi Xpander Urutan Pertama

Dalam menghadapi aquaplaning, pemilihan pola telapak ban juga berperan penting. Dikutip dari Kompas.com, telapak ban bertipe directional atau satu arah yang umumnya bercorak seperti mata panah diyakini sebagai ban yang paling baik kemampuannya dalam memompa air keluar, dibanding ban berpola telapak symmetric maupun asymmetric.

Ban bertipe ini memiliki kemampuan untuk memompa air keluar dari bawah ban, saat ban dipakai melaju melalui jalan yang basah atau penuh dengan genangan air.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.