Cegah Truk ODOL, Kemenhub Terapkan Teknologi WIM di Kulon Progo

Kompas.com - 08/02/2022, 18:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak dampak negatif yang dapat disebabkan oleh kendaraan over dimension dan overload (ODOL), dari mulai kecelakaan lalu lintas yang fatal hingga rusaknya infrastruktur jalan raya.

Oleh sebab itu, guna mematok target zero ODOL pada 2023, Kementerian Perhubungan mengoperasikan teknologi bernama Weigh In Motion (WIM) di wilayah Yogyakarta.

Hal ini dilakukan guna mengantisipasi kelebihan muatan dan ketertiban para pengemudi truk angkutan barang.

Baca juga: Normalisasi, Kemenhub Potong 1.500 Truk ODOL di Banyuwangi

Dari catatan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Kulwaru Kulon Progo masih tergolong rendah, hanya 20 persen kendaraan yang mau menimbang dari total kendaraan yang melint2as.

Kasubag Humas Ditjen Perhubungan Darat Pitra Setiawan mengatakan, dengan adanya WIM nantinya akan mempercepat deteksi kendaraan yang berpotensi melanggar kelebihan muatan atau over dimension overload (ODOL).

Ilustrasi truk ODOL saat melewati timbangan portabel yang disiapkan Korlantas Polri.Dok. NTMC Polri Ilustrasi truk ODOL saat melewati timbangan portabel yang disiapkan Korlantas Polri.

“Fungsi dari teknologi ini sejatinya sama dengan jembatan timbang. Namun jauh lebih praktis karena dapat mengukur berat kendaraan meski sedang melaju. Berbeda dengan jembatan timbang konvensional yang harus mewajibkan kendaraan berhenti terlebih dahulu agar bisa ditimbang,” ucap Pitra dikutip dari laman NTMC Polri, Selasa (8/2/2022).

Teknologi WIM juga dilengkapi dengan sensor serta kamera sehingga mampu mencatat plat nomor, kecepatan, jenis kendaraan, konfigurasi sumbu, hingga dimensi kendaraan. Data yang terekam oleh teknologi tersebut pun langsung terintegrasi dengan server data.

Bagi kendaraan yang terbukti melanggar dapat langsung ditindak melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik.

Sementara itu, Koordinator Satuan Pelayanan UPPKB Kulwaru Sigit Saryanto menambahkan, dari hasil pendataan dalam kurun waktu satu tahun, rata-rata hanya sekitar 30.000 sampai 40.000 ribu kendaraan pengangkut barang yang mau menimbang muatan di UUPPKB Kulwaru.

Ilustrasi truk ODOL di jalan tol. KOMPAS.com/STANLY RAVEL Ilustrasi truk ODOL di jalan tol.

“Jumlah tersebut tergolong masih rendah dan hanya berkisar 20 persen dari total kendaraan pengangkut barang yang melintas di Yogyakarta. Dengan adanya WIM ini, pengemudi truk muatan diharapkan agar lebih tertib,” ucap Sigit.

Salah satu penyebab para pengemudi truk enggan masuk ke UUPKB lantaran khawatir muatan harus diturunkan paksa lantaran kelebihan muatan.

Baca juga: Truk ODOL Merupakan Kejahatan Lalu Lintas

Padahal, peraturan terkait penimbangan muatan memiliki dasar hukum berupa undang undang serta merupakan hal wajib bagi pengemudi truk serta pengusaha pengiriman barang.

Pengawasan dan penindakan terhadap kendaraan ODOL serta pemalsuan kendaraan angkutan barang nantinya akan dilaksanakan oleh Polisi Lalu Lintas dan PPNS Perhubungan Darat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.