Alasan Mengapa Dashcam Masih Belum Dianggap Penting

Kompas.com - 03/02/2022, 20:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Di Indonesia, belum ada regulasi atau ketentuan yang menganjurkan maupun melarang penggunaan dashcam untuk mobil. Walaupun bukan menjadi sebuah kewajiban, dashcam sebenarnya berperan penting dalam menjaga keamanan berkendara.

Ada banyak kejadian di jalan raya yang kerap kali merugikan pengendara mobil. Kurangnya bukti-bukti sering menjadi kendala saat terjadi hal-hal tidak mengenakkan, misalnya salah paham dengan pengemudi lain yang bisa menyebabkan kerusakan mobil.

Kasus penipuan yang viral baru-baru ini, aksi pemerasan berkedok tabrak lari, juga mengingatkan lagi tentang betapa pentingnya bukti visual untuk menghindari jeratan kriminal yang bisa sangat merugikan pengendara mobil.

Baca juga: Ini Manfaat Pasang Dashcam di Mobil

Founder Jakarta Defensive Driving Center (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, dashcam belum dianggap penting karena bukan dilihat sebagai kebutuhan bagi masyarakat.

"Dashcam, di negara-negara seperti Indonesia, di mana ketertiban berlalu lintas bukan jadi suatu kebutuhan bagi para stakeholder, masih sebatas peraturan. Dan itupun kadang-kadang berlaku kalau ada petugas," ucap Jusri pada Kompas.com, Rabu (2/2/2022).

Ia menerangkan, bahwa di negara-negara maju, peraturan lalu lintas menjadi kebutuhan bersama. Sehingga, pengemudi menjadi lebih disiplin, demi menjaga kenyamanan dan keamanan bersama.

Kamera Dasbor Mitsubishi(MMKSI)janlika Kamera Dasbor Mitsubishi(MMKSI)

Baca juga: Biasa Pakai Manual Tiba-tiba Bawa Mobil Matik, Jangan Anggap Sepele

"Kita bahkan satu hari pun tidak pernah melihat polisi lalu lintas di jalan, di negara-negara luar," kata Jusri.

Meski belum ada regulasi yang mengatur, penggunaan dashcam untuk alasan keamanan berkendara sangat direkomendasikan, terkhusus untuk dijadikan bukti hukum saat pengemudi berhadapan dengan hal-hal yang merugikan.

"Memang, ketentuan regulasinya tidak ada. Tetapi, itu tidak dilarang sama sekali. Bahkan tidak mengganggu konsentrasi orang," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.