Siasati Rem Blong, Asosiasi Bengkel Sebut Perlu Modifikasi Rem Truk

Kompas.com - 31/01/2022, 14:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Insiden kecelakaan yang melibatkan truk angkutan berat semakin marak terjadi. Sebagian besar penyebabnya adalah rem blong.

Kasus yang belum lama terjadi adalah kecelakaan maut di Simpang Muara Rapak, Balikpapan, yang menyebabkan banyak orang luka berat dan ringan, serta menimbulkan korban jiwa.

Baca juga: Cara Mengatasi Rem Blong Saat Mengemudi pada Mobil Manual

Ketua Umum Persatuan Bengkel Otomotif Indonesia (PBOIN) Hermas Efendi Prabowo, mengatakan, pihaknya mendorong pemerintah mengenai perlunya modifikasi sistem rem pada kendaraan angkutan berat model lama.

Tangkapan layar rekaman CCTV saat kecelakaan beruntun di turunan simpang Muara Rapak, Balikpapan, Jumat (21/1/2022) pagi sekitar pukul 06.15 Wita. Kecelakaan yang diduga karena truk mengalami rem blong itu mengakibatkan sedikitnya 4 orang tewas, 1 orang kritis, 3 orang mengalami operasi tulang patah, dan 5 orang luka ringan.HO/TANGKAPAN LAYAR CCTV DISHUB B Tangkapan layar rekaman CCTV saat kecelakaan beruntun di turunan simpang Muara Rapak, Balikpapan, Jumat (21/1/2022) pagi sekitar pukul 06.15 Wita. Kecelakaan yang diduga karena truk mengalami rem blong itu mengakibatkan sedikitnya 4 orang tewas, 1 orang kritis, 3 orang mengalami operasi tulang patah, dan 5 orang luka ringan.

"Dari rem sistem angin dan hidrolis, menjadi sistem angin murni terutama khusus untuk sistem pengereman roda belakang," ujar Hermas, Senin (31/1/2022).

Hermas menambahkan, rem angin murni lebih aman, karena bila tekanan angin turun di bawah standar, sistem pengereman akan terkunci atau nge-lock. Aman untuk kendaraan berat saat menanjak atau saat turun, bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Edukasi, Kunci Cegah Terjadinya Kecelakaan Truk akibat Rem Blong

"Banyak bengkel dan mekanik yang mampu melakukannya. Modifikasi tidak sulit, dan tidak butuh banyak biaya," kata Hermas.

Namun, perlu diketahui juga bahwa apapun jenis remnya, perawatan tetap yang utama. Sebab, banyak kasus rem blong pada truk yang diakibatkan kurangnya perawatan.

Kebiasaan sopir truk dalam mengangkut beban berlebih alias Over Dimension Over Loading (ODOL) juga berpotensi menyebabkan terjadinya kegagalan pengereman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.