Kompas.com - 27/01/2022, 12:12 WIB

KULON PROGO, KOMPAS.com - Dalam rangka antisipasi kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), per awal 2022 ini penerapan teknologi Weigh in Motion (WIM) di jalan tol resmi berlaku.

Penerapan WIM di jalan tol sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan Nomor 116 Tahun 2021 tentang Pengawasan dan Penindakan Terhadap Kendaraan Angkutan Barang atas Pelanggaran Ukuran Lebih dan Pelanggaran Muatan Lebih di Jalan Tol.

Melalui keterangan resminya belum lama ini, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengungkapkan sebagian jalan tol sudah memiliki perangkat WIM.

Baca juga: Estimasi Harga All New Honda HR-V

"Jadi nanti saat akan bayar pajak akan ditagih, tapi untuk awal mereka akan dikeluarkan ke exit toll terdekat," ucap Budi.

Ilustrasi WIM untuk ODOL

www.q-free.com Ilustrasi WIM untuk ODOL

Dalam agenda Peninjauan Sarana Prasarana Transportasi Darat di Jateng-DIY, Kasubbag Humas Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Pitra Setiawan mengatakan, salah satu jalan tol yang sudah memasang alat WIM adalah Tol Tangerang-Merak.

"Salah satu jalan tol yang sudah mengaplikasikan perangkat WIM adalah Tol Tangerang-Merak. Tidak hanya itu, di Pelabuhan Merak sendiri juga sudah ada perangkat penimbangan kendaraan serupa," ucap Pitra di Kulon Progo, Rabu (26/1/2022).

Baca juga: Pemerintah Mulai Uji Coba Bensin Sawit RON 115

Ia menambahkan, jembatan timbang pada pelabuhan penyeberangan seperti Merak berperan penting dalam menjaga aspek keselamatan. Sebab angkutan barang yang ODOL akan membahayakan kapal penyeberangan saat berada di lautan.

Lebih lanjut Pitra menuturkan, untuk saat ini umumnya teknologi WIM yang digunakan di jalan tol lebih banyak menggunakan perangkat berjenis portabel alias bisa dipindah-pindahkan.

Ilustrasi truk ODOL saat melewati timbangan portabel yang disiapkan Korlantas Polri.Dok. NTMC Polri Ilustrasi truk ODOL saat melewati timbangan portabel yang disiapkan Korlantas Polri.

Pasalnya, jembatan timbang yang bersifat permanen di jalan tol membutuhkan lahan yang relatif luas. Terutama untuk menampung sementara kendaraan-kendaraan yang terbukti melanggar aturan dimensi dan muatan.

Baca juga: Keluhan Rocky dan Raize, Indikator Malfungsi sampai Komponen Kaki-kaki

Dalam SE yang disebutkan sebelumnya, ada sejumlah penindakan yang bisa dilakukan kepada pelanggar aturan kendaraan ODOL, yakni sebagai berikut:

  1. Penundaan perjalanan kendaraan angkutan barang yang ditempatkan di lapangan parkir kendaraan di rest area.
  2. Dilakukan putar balik kendaraan dan dikeluakran pada exit jalan tol terdekat oleh Polisi Lalu Lintas, petugas yang bertanggung jawab di bidang sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan dan petugas jalan tol.
  3. Tilang Electronic Traffic Law Enforecement (ETLE) yang telah terintegrasi.
  4. Melarang meneruskan perjalanan sebelum menyesuaikan muatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.