Kriteria Jembatan Timbang yang Bisa Dipasangi WIM

Kompas.com - 27/01/2022, 11:12 WIB
Uji coba penimbangan truk dengan perangkat Weigh In Motion di Jembatan Timbang Kulwaru, Kulon Progo, Rabu (26/1/2022) Ditjen Hubdat Kemenhub RIUji coba penimbangan truk dengan perangkat Weigh In Motion di Jembatan Timbang Kulwaru, Kulon Progo, Rabu (26/1/2022)

KULON PROGO, KOMPAS.com - Perangkat bernama Weigh In Motion (WIM) saat ini kerap diperbincangkan sebagai salah satu upaya utama pemberantasan truk Over Dimension Over Loading (ODOL).

WIM merupakan perangkat yang bisa mengukur dimensi dan bobot sebuah kendaraan dalam kondisi bergerak. Berkat WIM, aktivitas penimbangan angkutan barang jadi lebih efisien.

Secara garis besar WIM akan dipasang di berbagai Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) alias jembatan timbang di seluruh wilayah Tanah Air.

Baca juga: Estimasi Harga All New Honda HR-V

Uji coba penimbangan truk dengan perangkat Weigh In Motion di Jembatan Timbang Kulwaru, Kulon Progo, Rabu (26/1/2022)Ditjen Hubdat Kemenhub RI Uji coba penimbangan truk dengan perangkat Weigh In Motion di Jembatan Timbang Kulwaru, Kulon Progo, Rabu (26/1/2022)

Namun tetap ada sejumlah pertimbangan saat hendak memasang WIM di suatu jembatan timbang. Sebab instalasi perangkat ini harus memperhatikan sejumlah kriteria teknis agar fungsinya bisa optimal.

Kasubbag Humas Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Pitra Setiawan menjelaskan, salah satu pertimbangan utama pemilihan jembatan timbang yang akan dipasang WIM adalah kepadatan lalu lintas angkutan barang di jalur tersebut.

UPPKB Kulwaru di Kulon Progo dan UPPKB Losarang di Indramayu merupakan contoh jembatan timbang yang mendapatkan instalasi WIM berdasarkan pertimbangan tersebut.

Baca juga: Pemerintah Mulai Uji Coba Bensin Sawit RON 115

Tangkapan layar data truk yang terekam dalam perangkat WIMKOMPAS.com/ADIKA FARIS Tangkapan layar data truk yang terekam dalam perangkat WIM

"Penggunaan WIM ini nanti akan kita coba terapkan di seluruh jembatan timbang tentunya dengan mempertimbangkan kondisi anggaran yang kita punyai dan miliki. Nah sekarang sudah terpasang di Kulwaru ini sama satu lagi di Losarang," ucap Pitra di Kulon Progo, Rabu (26/1/2022).

Di samping itu, Pitra turut menjelaskan pertimbangan lain yang bersifat teknis. Pemasangan WIM harus dilakukan di jalan dengan kontur datar dengan kemiringan seminimal mungkin.

Secara sederhana, kontur jalan yang miring akan menghasilkan perhitungan bobot kendaraan yang tidak akurat. Ini dikarenakan WIM mengukur bobot kendaraan dengan patokan tiap sumbu roda yang melindas perangkat tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.