Apa Itu Water Hammer dan Bahayanya Bagi Mobil?

Kompas.com - 26/01/2022, 19:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Istilah water hammer masih asing bagi segelintir pengguna mobil. Padahal, kondisi tersebut sangat berbahaya karena cukup merugikan bila sampai kejadian.

Kondisi water hammer bisa terjadi saat mobil terendam air, atau melewati area dengan genangan yang cukup tinggi. Karena itu, pemilik kendaraan wajib mewaspadai hal tersebut. 

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menjelaskan, water hammer adalah ketika blok mesin pecah akibat air yang masuk ke dalam ruang bakar mobil melalui intake.

Baca juga: Bukan 150 cc, Ini Alasan Yamaha Fazzio Pakai Mesin 125 cc

“Ruang bakar itu tidak steril, tapi pencampuran udara dan bahan bakar, kemudian ada sebuah kompresi di ruang mesin itu. Nah, begitu air masuk ke kompresi mobil membuat pecah blok mesinnya, ” kata Sony saat dihubungi Kompas.com, baru-baru ini.

Dampak blok mobil yang pecah tidak dapat di service. Solusinya hanya bisa diselesaikan dengan mengganti yang baru.

Karena itu, sebaiknya pengguna mobil berpikir ulang saat akan melintasi kawasan yang banjir atau punya genangan yang tinggi. Karea saat mobil menerobos air, akan terjadi gelombang yang berpotensi membuat air masuk via filter udara.

blok mesin pecah karena water hammer dok Carfixari purnomo blok mesin pecah karena water hammer dok Carfix

Sony juga menyebutkan jika beberapa pemilik mobil yang takut alami water hammer meninggikan knalpot mobil. Bahkan, selama lima tahun terakhir knalpot yang ditinggikan banyak dipilih. Padahal itu adalah cara yang salah kaprah.

Karena sekalipun knalpot mobil terendam, air tidak akan masuk ke knalpot. Hal itu karena tekanan dari dalam mesin lebih kuat dari luar mesin. Maka air akan sulit masuk.

“Tetapi berbeda jika saat banjir dan mesin mobil mati. Knalpot dari mobil dengan mesin mati dapat membuat air mudah masuk,” ujar Sony.

Baca juga: Bukan 150 cc, Ini Alasan Yamaha Fazzio Pakai Mesin 125 cc

Lantara itu, selama mesin mobil tidak mati maka air tidak akan masuk ke ruang bakar melalui knalpot.

Pintu tol Cempaka Putih di Jalan Ahmad Yani, Pulogadung, Jakarta Timur, ditutup sementara akibat genangan banjir di sekitar lokasi, Selasa (18/1/2022) sore.KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMAD Pintu tol Cempaka Putih di Jalan Ahmad Yani, Pulogadung, Jakarta Timur, ditutup sementara akibat genangan banjir di sekitar lokasi, Selasa (18/1/2022) sore.

Solusi yang paling tepat mencegah water hammer adalah harus mengetahui titik letak dari ketinggian air filter. Hal tersebut karena tiap mobil memiliki ketinggian yang beda meski biasanya setinggi lampu utama dari kendaraan.

“Ketika melewati banjir harus berhitung berapa ketinggian yang aman bagi mobil. Kemudian pastikan jangan sampai efek gelombang air saat mobil bergerak mengarah ke mobil dan tersedot ke air filter,” tutup Sony.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.