Komponen Mobil Matik yang Rawan Rusak Usai Terjang Banjir

Kompas.com - 20/01/2022, 19:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa titik di Jakarta kembali digenangi banjir sejak Rabu (19/1/2022). Kondisi ini membuat sejumlah kendaraan terpaksa menerjang banjir, walaupun berisiko merusak komponen mobil.

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, pada dasarnya semua kendaraan roda memang bukan didesain untuk menerjang banjir.

Sehingga apabila mobil matik menerjang banjir ada potensi kerusakan apabila air bercampur dengan oli matik yang disebabkan oleh kebocoran dan hal lainnya.

“Mungkin saja timbul malfungsi, namun tidak bisa spesifik tergantung tingkat keausan dan kerusakannya. Bisa jadi koplingnya menjadi aus atau berat saat diinjak gas, bahkan sampai tidak jalan,” ujar Didi, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (20/1/2022).

Baca juga: Mengetahui Fungsi Penting Overdrive di Tuas Transmisi Mobil Matik

Sementara itu, Kepala Bengkel Auto2000 Cibinong, Deni Adrian menambahkan, salah satu komponen yang rentan mengalami kerusakan adalah transmisi matik. Gejalanya dapat dirasakan usai melewati genangan air, apabila laju mobil terasa agak tertahan saat melaju, bisa jadi ada air yang masuk ke dalam bagian transmisi.

Mobil terasa ngeden, putaran mesin sudah tinggi, tapi lajunya segitu-segitu saja, bisa jadi oli transmisi sudah tercampur air,” ucap Deni.

Luapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafi'ie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014). Luapan kali mulai menggenangi permukiman dan memutus jalan sejak Senin dini hari. KOMPAS/AGUS SUSANTOAGUS SUSANTO Luapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafi'ie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014). Luapan kali mulai menggenangi permukiman dan memutus jalan sejak Senin dini hari. KOMPAS/AGUS SUSANTO

Deni melanjutkan, girboks transmisi matik memanfaatkan kampas kopling untuk menggerakkan planetary gear saat berpindah gigi. Saat kampas kopling tercampur air, gesekan antara komponen menjadi selip, bahkan tidak menggigit.

“Material kampas kopling itu jadi lembek ketika basah terkena air, makanya cengkraman kampas jadi lemah,” katanya.

Baca juga: Yamaha Fazzio Langsung Laku 1.000 Unit dalam 5 Jam

Ketika mesin menyala dan tuas transmisi berada di posisi D, kopling akan berputar mengikuti irama putaran mesin, dan akan meneruskan gerakan pada planetary gear. Namun, lemahnya cengkeraman kopling membuat komponen tersebut tak mampu menggerakkan planetary gear sehingga membuat laju mobil tertahan.

“Tentu harus di cek lebih detail, tetapi biasanya harus diganti oli matik, dikuras lebih baik. Sekalian juga mengecek seal transmisi, mungkin sudah waktunya untuk diganti,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.