Kompas.com - 20/01/2022, 18:12 WIB

JAKARTA.KOMPAS.com - Berkendara menggunakan sepeda motor saat musim hujan harus memiliki kewaspadaan lebih. Selain kondisi jalanan menjadi lebih licin, adanya ancaman lain seperti jalan berlubang juga bisa membahayakan pengendara.

Dalam kondisi hujan dan tergenang air, keberadaan lubang di jalan akan sulit dideteksi oleh pengendara.

Baca juga: Yamaha Fazzio Langsung Laku 1.000 Unit dalam 5 Jam

Genangan air biasanya akan menutup jalan yang berlubang sehingga membuat kondisi jalan nampak aman-aman saja untuk dilewati. Apalagi, jika kondisi penerangan jalan di sekitar sangat minim, seperti pada saat malam hari.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, berkendara dalam kondisi hujan berbeda dengan kondisi saat cuaca cerah.

Ilustrasi berkendara saat hujanfederaloil.co.id Ilustrasi berkendara saat hujan

“Saat cuaca cerah, pengendara hanya perlu memastikan empat sisi keamanan yaitu depan, belakang, kanan, dan juga sisi kiri. Tetapi, ketika berkendara di musim hujan pengendara harus menambah dua sisi yakni sisi bawah dan sisi atas,” ujar Jusri kepada Kompas.com belum lama ini.

Jusri menjelaskan, untuk sisi bawah adalah lubang di jalan sedangankan sisi atas merupakan ancaman dari pohon, baliho, konsutruksi bangunan yang bisa tiba-tiba tumbang atau rubuh karena angin kencang saat hujan.

Baca juga: Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Online, Tanpa Harus ke Samsat

Kewaspadaaan pengemudi saat berkendara dalam kondisi hujan harus ditingkatkan. Karena tidak sedikit insiden kecelakaan yang terjadi saat hujan, salah satunya disebabkan karena adanya lubang di jalan.

“Seorang pengendara juga bisa memperhatikan indikator dari depannya, misalnya pengendara di depan menghindari jalan berlubang, hal ini juga bisa diikuti oleh pengendara di belakangnya,” kata Jusri.

Ilustrasi berkendara saat hujanmotorcyclenews.com Ilustrasi berkendara saat hujan

Namun, jika di depan tidak ada indikator seperti pengendara lain atau tanda bahaya, sebaiknya tidak melanjutkan perjalanan tersebut. Sebaiknya tidak mengambil risiko dengan cara menerobosnya.

Baca juga: Mulai Ditilang, Ini Jenis-jenis Pelat Nomor Dewa di Indonesia

Jusri juga mengimbau agar pengendara motor untuk tidak berteduh di tempat berbahaya. Seperti di bawah pohon, baliho, reklame atau bangunan lain yang rawan ambruk.

“Ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Jika ingin berteduh, sebaiknya mencari tempat yang aman dan tidak mengganggu lalu lintas,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.