Mitos atau Fakta, Pelek Buatan China Memiliki Kualitas Rendah?

Kompas.com - 18/01/2022, 17:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelek merupakan salah satu komponen mobil yang kerap dilakukan modifikasi oleh pemilik kendaraan. Selain mampu meningkatkan nilai estetika kendaraan, saat ini model pelek yang tersedia di pasaran juga semakin beragam.

Ketika memilih pelek, ada anggapan bahwa penggunaan pelek buatan China bisa merugikan pemilik, baik dalam jangka waktu panjang maupun menengah.

Hal ini dikarenakan kualitas komponen lebih rendah dibanding produksi dari Korea Selatan, Jepang, ataupun Amerika Serikat. Dampak, pelek cepat mengalami kerusakan atau mengikis bagian lain.

Baca juga: Sebelum Ganti Pelek Mobil, Pahami Dulu Hal Ini

Lantas benarkah demikian?

Pemilik Permaisuri Ban Wibowo Santosa mengatakan, hal tersebut hanyalah mitos belaka. Menurutnya, yang patut dihindari ialah pelek replika atau jiplakan, yang produksi atau aplikasinya tidak tepat.

“Bukan berarti pelek made in China itu replika, semua tergantung siapa yang memproduksinya. Pelek replika itu bisa buatan negara mana saja. Namun karena stereotip-nya masih kuat jadi dinilai seperti itu,” ucap Wibowo belum lama ini kepada Kompas.com.

Pelek mobil flow formingFoto: Istimewa Pelek mobil flow forming

Wibowo melanjutkan, saat ini banyak merek pelek ternama yang kerap memproduksi sebagian produknya di China untuk mengurangi beban biaya dan kemudahan distribusi.

“Selain karena cost of production, itu juga karena proses pembuatan di sana dengan cara tertentu. Mereka punya mesin yang lebih modern, seperti untuk cara flowform atau finishing di bagian chrome,” kata dia.

Baca juga: Penjualan Mobil Murah Sepanjang 2021, Sigra Terlaris

Salah satu modifikator rumahan Hengky dari Kandas Genk, juga mengatakan hal serupa. Menurutnya, yang patut diperhatikan adalah pelek replika bukan semata-mata asal produksinya saja.

“Tetapi, mengidentifikasi pelek replika itu sulit. Oleh karenanya kerap muncul wacana tersebut, mengingat harga pelek tidak murah,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.