Alasan Skutik Murah Yamaha Kini Pakai Mesin 125 cc

Kompas.com - 15/01/2022, 12:22 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Tak bisa dipungkiri, segmen skutik di Indonesia masih jadi favorit. Berdasarkan data AISI, pada tahun lalu penjualan skutik berkontribusi 87 persen secara keseluruhan.

Segmen skutik entry level disebut-sebut menopang penjualan sejumlah pabrikan. Biasanya skutik entry level ini ditawarkan dengan mesin 110 cc, 113 cc, bahkan ada juga yang 125 cc.

Yamaha jadi salah satu pabrikan yang memasarkan skutik entry level dengan kapasitas mesin 125 cc. Bahkan sejak beberapa tahun yang lalu, skutik murah Yamaha tak ada lagi yang berkapasitas 110 cc.

Baca juga: Siap-siap Kedatangan Bus AKAP Baru, Pakai Bodi Double Decker

Skutik Yamaha Freego dalam pengujian harianKompas.com / Setyo Adi Skutik Yamaha Freego dalam pengujian harian

“Kapasitas mesin (skutik) paling rendah Yamaha itu sekarang 125 cc,” ujar Antonius Widiantoro, Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), kepada Kompas.com (14/1/2022).

Menurutnya, dengan kapasitas mesin yang sedikit lebih besar dibandingkan kompetitor, bukan berarti skutik Yamaha tidak irit.

“Saat ini motor itu semua irit. Apalagi dengan teknologi injeksi. Tapi kami ingin memberikan sesuatu yang berbeda. Kamu bukan hanya mendapatkan motor irit saja, tapi performance juga dapat,” ucap Anton.

Baca juga: Toyota Luncurkan Noah dan Voxy Model Baru, Harga Mulai Rp 300 Jutaan

Produksi Yamaha Mio di pabrik Yamaha Karawang.KompasOtomotif-Donny Apriliananda Produksi Yamaha Mio di pabrik Yamaha Karawang.

“Itu bisa kita buktikan, dengan teknologi Blue Core contohnya. Keiritan yang sama, dengan motor yang cc-nya lebih rendah. Jadi jangan berpikir motor 125 cc itu pasti boros. Enggak, kamu bisa compare dengan motor yang 110 cc. Value itu yang mau kami tawarkan,” kata dia.

Sementara itu, Anton juga mengatakan, saat ini konsumen skutik entry level merasa jenuh dengan produk yang itu-itu saja, karena model yang minim variasi.

“Yamaha melihat ini, bahwa orang ke depan melihat motor bukan lagi sebagai alat transportasi saja. Tapi juga mewakili karakter dari mereka,” kata Anton.

“Jadi kalau suka dengan fungsional, bagasinya gede, fiturnya banyak, saya beli Freego misalnya, atau saya beli Gear,” ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.