Kompas.com - 07/01/2022, 11:02 WIB
Para pebalap saat balapan MotoGP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo di Cheste pada 14 November 2021. Hasil MotoGP Valencia: Francesco Bagnaia juara, sedangkan Valentino Rossi finis di peringkat ke-10. AFP/JOSE JORDANPara pebalap saat balapan MotoGP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo di Cheste pada 14 November 2021. Hasil MotoGP Valencia: Francesco Bagnaia juara, sedangkan Valentino Rossi finis di peringkat ke-10.

JAKARTA, KOMPAS.com - Era elektrifikasi sudah di depan mata. Beberapa pabrikan bahkan sudah mencanangkan akan meninggalkan mesin pembakaran internal dan fokus pada kendaraan listrik.

Sementara di ajang balap MotoGP, masih menggunakan motor prototipe dengan mesin pembakaran internal. Meskipun, ada juga yang menggunakan motor listrik, yakni MotoE.

Namun, mulai 2024, para pabrikan yang berkompetisi diminta untuk menggunakan bahan bakar dengan 40 persen dari sumber energi yang berkelanjutan, baik secara sintetis atau energi biomassa.

Baca juga: Tingkat Kenyamanan Nonton MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika Berdasarkan Harga Tiket

Selanjutnya di 2027, semua bahan bakar yang digunakan di Moto3, Moto2, dan MotoGP harus berasal dari non-fosil.

Kontrak para pabrikan dengan Dorna Sports hingga 2026 dan mulai tahun berikutnya baru akan menjadi momen yang sangat penting.

MotoE 2019 seri pertama akan segera digelar di sirkuit Sachsenring, Jerman.MotoGP MotoE 2019 seri pertama akan segera digelar di sirkuit Sachsenring, Jerman.

Dikutip dari Speedweek.com, Jumat (7/1/2022), CEO KTM Stefan Pierer mengatakan, dirinya yakin elektrifikasi akan berlaku di bisnis roda dua masa mendatang untuk segmen jarak pendek. Sebab, keterbatasan baterai yang berat dan terlalu menuntut.

Motor Energica Eco Corsa di MotoE, untuk berat baterainya saja mencapai 100 kg. Tapi, motor listrik hanya dapat menempuh jarak 30 km.

Dorna Sports memiliki kontrak dengan FIM untuk menggelar MotoGP sampai 2041. Sejauh ini, Motorcycle Sports Manufacturers Association (MSMA) atau asosiasi pabrikan motor yang berlaga di ajang balap, menghindari topik sensitif, seperti perlindungan iklim, mengurangi polusi, atau berganti ke konsep sistem penggerak lain, seperti hybrid atau motor listrik.

Baca juga: Motor Listrik Ducati Untuk MotoE Mulai Dites di Sirkuit Misano

Tapi, sudah tiga musim berjalan, MotoE belum begitu digemari. Selain itu, biaya pengembangan sumber penggerak alternatif tanpa bahan bakar fosil yang sangat mahal harus ditunda sejauh mungkin.

Ajang balap motor listrik MotoE di MotoGP. (Photo by Tobias SCHWARZ / AFP)TOBIAS SCHWARZ Ajang balap motor listrik MotoE di MotoGP. (Photo by Tobias SCHWARZ / AFP)

Lin Jarvis, Managing Director Yamaha Motor Racing, mengatakan, hal tersebut menjadi tanggung jawab Yamaha di Jepang untuk memikirkan topik tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Speedweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.