Rossi Ungkap Tiga Titel Juara Dunia yang Paling Berkesan Baginya

Kompas.com - 07/01/2022, 07:42 WIB
Valentino Rossi saat berlaga pada MotoGP Emilia Romagna 2021. (Photo by ANDREAS SOLARO / AFP) ANDREAS SOLAROValentino Rossi saat berlaga pada MotoGP Emilia Romagna 2021. (Photo by ANDREAS SOLARO / AFP)

JAKARTA, KOMPAS.com - Valentino Rossi selama karirnya menjadi pebalap MotoGP sudah meraih sembilan gelar juara dunia. Namun, ada tiga titel yang menurutnya sangat berkesan.

Rossi sudah 26 tahun menjadi pebalap MotoGP. Pertama kali dia balapan adalah pada 1996 bersama tim pabrikan Aprilia di kelas 125 cc. Dia meraih kemenangan pertamanya di tahun yang sama di Brno.

Baca juga: Lorenzo Sebut Rossi Tidak Akan Jadi Juara Dunia pada 2015 meski Tanpa Penalti

Tahun 1997, dia berhasil meraih gelar juara dunia pertamanya, yakni di kelas 125 cc. Lalu, Rossi menjadi juara dunia lagi pada 1990, tapi di kelas 250 cc. Pada 2001, Rossi berhasil jadi juara dunia di kelas 500 cc.

Valentino Rossi di atas motor balap 500 cc 2-takAFP/YOAV LEMMER Valentino Rossi di atas motor balap 500 cc 2-tak

Masuk era MotoGP, Rossi juga berhasil meraih beberapa gelar juara dunia. Terakhir kali dia menjadi juara dunia adalah 13 tahun yang lalu, tepatnya pada 2009.

"Ada tiga titel juara yang saya ingin sorot. Pertama, di 2001, ketika saya menang di era 2-tak terakhir di 500 cc. Lalu, di 2004 ketika saya menjadi juara dunia MotoGP di musim pertama bersama Yamaha," ujar Rossi, dikutip dari Speedweek.com, Jumat (7/1/2022).

Baca juga: Ini Satu-satunya Pebalap Jepang yang Diidolakan Valentino Rossi

"Setelah itu, pada 2008, karena saat itu saya juga sudah tua, dan orang-orang mengatakan bahwa masa saya sudah habis. Sebab, saya kalah di kejuaraan dunia pada 2006 dan 2007, dua kali berturut-turut, lawan Nicky Hayden dan Casey Stoner," katanya.

Max Biaggi dan Valentino Rossi.  AFP PHOTO/Filippo MONTEFORTE (Photo by FILIPPO MONTEFORTE / AFP)FILIPPO MONTEFORTE Max Biaggi dan Valentino Rossi. AFP PHOTO/Filippo MONTEFORTE (Photo by FILIPPO MONTEFORTE / AFP)

Rossi menambahkan, biasanya karir balap seseorang akan berakhir ketika mencapai usia 30 tahun. Tapi, itu berubah ketika Rossi memutuskan untuk mengganti ban dari Michelin ke Bridgestone pada 2008.

Pada saat itu, belum ada aturan pemasok ban tunggal. Tiap pabrikan masih diizinkan untuk menggunakan merek ban pilihannya.

Valentino Rossi Valentino Rossi

"Itulah bagaimana saya bisa kembali ke atas. Saya mengalahkan (Jorge) Lorenzo, Stoner, dan (Dani) Pedrosa di musim 2008," ujar Rossi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.