ESDM Dukung PLN dan Swasta Perbanyak SPKLU Berkonsep Bagi Hasil

Kompas.com - 05/01/2022, 13:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menggandeng swasta, PT (PLN) Persero, bakal memperbanyak Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mengakselerasi pertumbuhan kendaraan listrik yang ditargetkan mencapai 2,19 juta unit pada 2030.

Menurut Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari, kolaborasi pembangunan SPKLU dengan pihak swasta dilakukan melalui skema kerja sama bagi hasil.

"Melalui Grand Strategi Energi Nasional (GSEN), Pemerintah menargetkan pembangunan SKLU sebanyak 572 unit dengan asumsi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) roda empat sebanyak 125.000 pada 2021, dan 31.859 unit SPKLU pada 2030 dengan asumsi mobil listrik 2,19 unit pada 2030," ucap Ida dalam keterangan resminya, Selasa (4/1/2022).

Ida mengatakan, pemerintah dengan PLN dan badan usaha lainnya telah berupaya mencukupi kebutuhan infrastruktur charging station. Pada 2021, tercatat sudah tersedia 219 unit SPKLU di seluruh Indonesia dengan jumlah KBLBB mobil listrik sebanyak 1.760 unit.

Baca juga: Harga All New Honda BR-V Resmi Naik Rp 3 Juta per Januari 2022

Dengan demikian, secara rasio perbandingan antara SPKLU dan mobil listrik murni sekitar 1:8. Jumlah tersebut diklaim Ida sudah lebih tinggi dari rasio minimal yang direkomendasikan, yakni 1:10.

Persemian dua SPKLU PLNPLN Persemian dua SPKLU PLN

"Tahun ini, pemerintah menargetkan jumlah SPKLU kumulatif sebanyak 695 unit untuk menjamin ketersediaan SPKLU bagi KBLBB roda empat di masa mendatang. Kami harapkan PT PLN (Persero) dapat mengimplementasikan dan membangun kembali SPKLU, baik sendiri maupun kolaborasi dengan badan usaha swasta," kata Ida.

PLN juga menambah jaringan dengan meresmikan dua SPKLU di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan yang merupakan unit ke-16 dan ke-17 untuk wilayah Jakarta dengan kapasitas 25 kW dan 30 kW. Keduanya menggunakan pola Provide, Own, and Self Operated (POSO) dan telah mengantongi nomor identitas.

Dalam rangka penyediaan SPKLU, secara garis besar bisa dilakukan sebagai provider atau retailer. Badan Usaha Provider berguna sebagai penyedia suplai listrik dan peralatan SPKLU dari hulu ke hilir layaknya PLN, atau sebagai Badan Usaha Retailer yang menyuplai peralatan SPKLU dengan listrik dari PLN atau Badan Usaha Pemegang Wilayah Usaha Lain.

Baca juga: Siap-siap, Pelat Nomor Kendaraan Bermotor Bakal Dipasang Cip

Sesuai Pasal 3 Permen ESDM Nomor 13 Tahun 2020, sistem pengisian ulang pada SPKLU harus terdiri atas 3 tipe konektor, yakni Pengisian ulang arus bolak balik (AC Type 2), Pengisian ulang arus searah (AA Series-DC Charging), dan Pengisian ulang kombinasi arus bolak-balik dan searah (Combined Charging System FF Series/CCS).

Untuk jenis teknologi pengisian pada SPKLU juga dibagi beberapa Level, yakni :

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.