Kecelakaan Truk Akibat Rem Blong, Pentingnya Kompetensi Pengemudi

Kompas.com - 04/01/2022, 07:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Terjadi lagi sebuah kecelakaan truk yang disebabkan karena rem blong di perempatan Kecandran Jalan Lingkar Salatiga (JLS), Jawa Tengah, Senin (2/1/2022).

Kasat Lantas Polres Salatiga AKP Arfian Rizky Dwi mengatakan, kecelakaan tersebut melibatkan empat truk dan dua sepeda motor.

Baca juga: Terulang Lagi, Pengendara Motor Tertabrak Kereta Api di Kediri

"Kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.15 WIB," kata Arfian dilansir Kompas.com, Senin (3/1/2022).

Kejadian bermula truk tangki yang mengangkut lem melaju dari arah Solo menuju Semarang. Kemudian sesampainya di lokasi, diduga mengalami gangguan fungsi rem dan menabrak truk kontainer dan Yamaha Jupiter yang ada di depannya.

Kondisi mobil Honda Jazz yang ringsek akibat ditabrak mobil truk tronton yang mengalami rem blong di TubanKOMPAS.COM/HAMIM Kondisi mobil Honda Jazz yang ringsek akibat ditabrak mobil truk tronton yang mengalami rem blong di Tuban

"Kendaraan (tertabrak dari belakanng) mengangkut saus tomat botolan hingga terdesak dan melewati median jalan. Sementara, yang mengangkut cabai juga terguling hingga menutup jalan," ucapnya.

Salah satu penyebab dari truk yang alami rem blong adalah kurangnya kompetensi pengemudi. Kebanyakan pengemudi truk hanya sekadar bisa mengemudi, tapi tidak mengerti cara pengoperasian truk yang benar.

Baca juga: Bisakah Moge Standar Ditilang karena Suara Knalpot Bising?

Mengenai kecelakaan, Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, di Indonesia sekolah mengemudi untuk pengemudi truk masih minim yang berefek kurangnya kompetensi pengemudi.

“Dari mana mereka dapat izin mengemudi? Enggak ada pelatihan sekolahnya. Memang ada sekolah swasta tertentu namun jumlahnya sedikit,” ucap Jusri kepada Kompas.com, belum lama ini.

Kecelakaan truk masih sering terjadi, sudah sepatutnya mengenai kompetensi pengemudi harus ditingkatkan. Jangan sampai semua pengemudi truk yang ada di jalanan hanya mengandalkan pengalaman saja tanpa adanya edukasi.

Ilustrasi Rem blong Ilustrasi Rem blong

“Pendekatannya bisa seperti untuk yang ingin mengajukan SIM, harus melalui proses training dari sekolah truk yang di endorse oleh Polisi tentunya, di mana metodologi dan substansi training sudah dapat approval dari Polisi, sesuai undang-undang,” kata Jusri.

Baca juga: Harga Skutik Bongsor, Nmax dan PCX Januari 2022

Jusri menegaskan, harus ada kompetensi pada pengemudi truk atau bus. Kalau tidak hal seperti ini akan terus terjadi kedepannya. Nantinya malah mereka menjadi pembunuh liar di jalanan.

“Setiap golongan SIM B, harus melalui satu klasifikasi yang bertujuan menyaring calon-calon pengemudi. Jika demikian, nanti yang keluar adalah driver-driver yang kompeten,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.