Menperin Usulkan PPnBM 0 Persen Permanen Bersyarat

Kompas.com - 10/12/2021, 08:02 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) melihat berbagai mobil baru yang diluncurkan pada pembukaan GAIKINDO Indonesia International Motor Show (GIIAS) 2021 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (11/11). Humas KemenperinMenteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) melihat berbagai mobil baru yang diluncurkan pada pembukaan GAIKINDO Indonesia International Motor Show (GIIAS) 2021 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (11/11).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, bakal mengusulkan pemberian subsidi PPnBM 0 persen secara permanen terhadap produk otomotif.

Namun hal tersebut akan dilakukan dengan syarat, yakni memiliki tingkat penggunaan komponen lokal atau local purchase mencapai 80 persen.

Adapun usulan tersebut mempertimbangkan kesuksesan diskon pajak 100 persen yang telah mendongkrak sektor otomotif di 2021, baik dalam hal produksi dan penjualan, juga berimbas pada perekonomian nasional.

Kondisi itu diklaim memberikan dampak positif bagi pemulihan sektor industri otomotif yang memiliki multiplier efek cukup luas bagi sektor industri lainnya, sehingga mampu men-jumpstart perekonomian nasional.

"Pemerintah sedang mempersiapkannya secara berhati-hati dengan memperhitungkan cost and benefit, serta menyusun time frame-nya," ucap Agus dalam keterangan resminya ketika meresmikan GIIAS Surabaya, Kamis (9/12/2021).

Baca juga: Toyota Berharap Insentif PPnBM 100 Persen Berlanjut di Tahun Depan

Ilustrasi jajaran produksi Daihatsu di segmen LCGC (Low Cost Green Car) atau mobil murah.DOK. ASTRA DAIHATSU MOTOR Ilustrasi jajaran produksi Daihatsu di segmen LCGC (Low Cost Green Car) atau mobil murah.

Agus menyampaikan, dengan industri pendukung otomotif yang jumlahnya sangat besar, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus melakukan pendalaman struktur manufakturnya.

Salah satu cara agar berhasil, dengan memberikan insentif pada produsen agar berlomba-lomba dalam melakukan pendalaman struktur di Indonesia.

Lebih lanjut Agus mengatakan industri otomotif merupakan salah satu sektor terpenting dan sebagai kontributor utama terhadap PDB.

Saat ini terdapat 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih dengan kapasitas produksi mencapai 2,35 juta unit per tahun, dan penyerapan tenaga kerja langsung sebanyak 38.000 orang.

Total investasi yang telah tertanam telah mencapai Rp 140 triliun, dan memberikan penghidupan kepada 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai nilai industri otomotif.

Baca juga: Tes Menanjak Toyota All New Avanza FWD

"Saya bangga, saat ini produk otomotif kita telah berhasil diekspor ke lebih dari 80 negara. Selama Januari-Oktober 2021 tercatat sebanyak 235.000 unit kendaraan CBU dengan nilai sebesar Rp 43 triliun, 79.000 set CKD dengan nilai Rp 1 triliun, dan 72 juta unit komponen dengan nilai Rp 24 triliun," kata Agus.

Ilustrasi booth Daihatsu di GIIAS 2021.KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Ilustrasi booth Daihatsu di GIIAS 2021.

Pada 2025, ekspor kendaraan CBU hasil produksi dalam negeri mencapai 1 juta unit. Kondisi tersebut bisa tercapai bila semua pihak turut berkolaborasi dalam peningkatan efisiensi produksi dan daya saing melalui implementasi industri 4.0, penciptaan iklim usaha yang kondusif melalui harmonisasi dan sinkronisasi regulasi di sektor otomotif.

"Belajar dari pengalaman industri ini selama beberapa dekade, ada satu hal terpenting, yaitu komitmen dari principal untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi yang berorientasi ekspor," kata Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.