Kendaraan Listrik Disebut Masih Hasilkan Emisi Karbon

Kompas.com - 26/11/2021, 15:01 WIB
Ilustrasi kendaraan listrik. (Dok. Shutterstock/Sopotnicki)Ilustrasi kendaraan listrik.


JAKARTA, KOMPAS.com - Tren kendaraan listrik menjadi sebuah keniscayaan, termasuk bagi Indonesia yang saat ini sedang dalam tahap merintis mobil-mobil listrik.

Tak heran jika para produsen saat ini berlomba-lomba untuk terus berinovasi dalam mengembangkan sesuatu yang baru untuk bersaing di segmen kendaraan listrik.

Kondisi ini membuat PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tengah gencar membangun infrastruktur pendukung untuk kendaraan listrik di Indonesia.

Namun, meskipun hadir tanpa emisi gas buang, mobil dan motor listrik dipandang sebelah mata karena mendapat pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan penggunaan bahan baku batu bara.

Baca juga: Bukan Mobil Listrik, Hyundai Creta Justru Paling Banyak Dipesan

Executive Vice President Pemasaran dan Pengembangan Produk PT PLN Hikmat Drajat menjelaskan, produksi listrik memang tak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Hal ni yang membuat komposisi power plant PLN masih menggunakan PLTU.

“Saat ini memang sekitar 60 persen komposisi power plant PLN masih PLTU. Sebab, pembangun listrik itu tidak bisa sebentar, paling tidak 2-3 tahun,” ucap Hikmat dalam seminar IEMS 2021 di Kawasan Puspitek Serpong, Kamis (25/11/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

PLTU Datang Tuoketuo di China.EL FIRE PLTU Datang Tuoketuo di China.

Hikmat melanjutkan, saat ini pihaknya sudah mulai menghentikan penggunaan PLTU dan beralih ke renewable enegery power plant dengan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Menurutnya, PLTP renewable yang di Indonesia potensinya kurang lebih 20 sampai dengan 22 Giga Watt Hour. 

Baca juga: Sang Adik Ceritakan Kondisi Terkini Marc Marquez

“Ini yang perlu kita bangun bersama-sama. Sudah ada kebijakan dari pemerintah bahwa tidak ada lagi pembangunan power plant berbasis batu bara," kata dia.

Hikmat juga melanjutkan, pihaknya akan mengacu pada rencana net zero emission yang ditargetkan tercapai pada 2060. Oleh sebab itu, masyarakat tidak perlu khawatir soal emisi karbon yang dihasilkan dari produksi listrik PLN.

“Mulai dari sekarang kami sudah stop pembangunan pembangkit berbasis batu bara. Nantinya emisi CO2 sudah semakin berkurang, karena akan banyak pembangunan renewable energy," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.