[POPULER OTOMOTIF] Penjualan Motor Listrik Masih Sulit | Tol Tangerang-Merak Mulai Bersih-bersih Truk ODOL

Kompas.com - 26/11/2021, 06:02 WIB
Motor listrik Gesits Kompas.com/ArdiansyahFadliMotor listrik Gesits

JAKARTA, KOMPAS.com - Menyambut era elektrifikasi kendaraan bermotor di dalam negeri, berbagai merek sepeda motor kini mulai bermunculan. Namun ternyata, tidak mudah untuk menjual kendaraan terkait di Indonesia.

Hal tersebut diamini salah satu produsen lokal, Gesits. Menurut perseroan, motor listrik masih dipandang sebelah mata oleh konsumen, meskipun bisa diandalkan buat aktivitas setiap hari.

"Kami harus yakinkan pasar perihal durability. Karena pembandingnya adalah existing product," kata Manager of Sales & Marketing Gesits, Abdullah Alwi.

Sementara itu, artikel terkait update program zero over dimension dan over load (ODOL) yang dicanangkan oleh Kementerian Perhubungan mulai bergerak secara agresif.

Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan melakukan gerakan Safety Campaign yang melibatkan induk Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Tangerang-Merak, PJR Polda Banten, Dinas Perhubungan Daerah Banten, serta Astra Tol Tangerang-Merak.

Acara safety campaign ini juga diikuti dengan dilaunchingnya satgas nataru 2021 dengan mengusung tema Nataru Setuju (Selamat Sampai Tujuan) yang digelar di rest area KM 68a Tol Tangerang-Merak

Secara rinci, berikut 5 artikel terfavorit di kanal Kompas Otomotif pada Kamis, 25 November 2021;

1. Kesulitan Jual Motor Listrik di Indonesia

WIMA buka flagship store Gesits di Cawang, Jakarta Timur.Foto: Istimewa WIMA buka flagship store Gesits di Cawang, Jakarta Timur.

Berbagai merek sepeda motor listrik mulai bermunculan di Tanah Air dengan beragam model dan tipe. Namun, ternyata tidak semudah itu jual motor listrik di Indonesia, setidaknya pengalaman ini dialami salah satu produsen lokal, Gesits.

Faktanya, motor listrik masih dipandang sebelah mata oleh konsumen, meskipun bisa diandalkan buat aktivitas setiap hari.

Abdullah Alwi, General Manager of Sales & Marketing PT WIKA Industri Manufaktur (Gesits), mengatakan, ada sejumlah tantangan besar dalam memasarkan motor listrik di Indonesia.

Baca juga: Kesulitan Jual Motor Listrik di Indonesia

2. Kendaraan Listrik di Indonesia Bakal Punya 5 Jenis Pelat Nomor

Pelat nomor kendaraan listrik resmi diberikan warna biru.screenshot @gesits Pelat nomor kendaraan listrik resmi diberikan warna biru.

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menyiapkan pelat nomor khusus bagi kendaraan listrik. Mobil dan motor listrik nantinya bakal dibedakan dari pelat nomor dengan warna khusus dibandingkan kendaraan konvensional.

AKP Rudi Wiransyah Setiono, Kepala Urusan Administrasi Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, mengatakan, pelat nomor kendaraan listrik akan menggunakan kombinasi warna biru agar mudah diidentifikasi petugas kepolisian.

Menurutnya, regulasi mengenai warna pelat nomor kendaraan listrik termuat dalam Peraturan Polri (Perpol) Nomor 7 Tahun 2021 Pasal 45 ayat 2.

Baca juga: Kendaraan Listrik di Indonesia Bakal Punya 5 Jenis Pelat Nomor

3. Tol Tangerang-Merak Mulai Bersih-bersih Truk ODOL

Petugas melakukan penimbangan terhadap truk yang melintas di ruas tol Tangerang-MerakDok PT MMS Petugas melakukan penimbangan terhadap truk yang melintas di ruas tol Tangerang-Merak

Banyak dampak negatif yang dapat disebabkan oleh kendaraan niaga berstatus over dimension dan over load (ODOL), dari mulai kecelakaan lalu lintas fatal hingga rusaknya infrastruktur jalan raya.

Oleh sebab itu, pemerintah mematok target zero ODOL pada 2023. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan melakukan gerakan Safety Campaign yang melibatkan induk Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Tangerang-Merak, PJR Polda Banten, Dinas Perhubungan Daerah Banten, serta Astra Tol Tangerang-Merak.

Acara safety campaign ini juga diikuti dengan dilaunchingnya satgas nataru 2021 dengan mengusung tema Nataru Setuju (Selamat Sampai Tujuan) yang digelar di rest area KM 68a Tol Tangerang-Merak.

Baca juga: Tol Tangerang-Merak Mulai Bersih-bersih Truk ODOL

4. Sayonara Karimun Wagon R, Selamat Datang Calon Mobil Hybrid Suzuki

Lewat IMX 2020, Suzuki tak hanya meluncurkan produk baru tapi juga berbagai kejutan menarik.SIS Lewat IMX 2020, Suzuki tak hanya meluncurkan produk baru tapi juga berbagai kejutan menarik.

Jelang akhir tahun 2021, Suzuki akhirnya memberikan kepastian bila tak lagi memasarkan bahkan memproduksi mobil murah ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC), Karimun Wagon R.

Tapi di balik penghentian produksi Karimun Wagon R, ternyata Suzuki memiliki rencana besar, yakni memfokuskan diri memproduksi kendaraan elektrifikasi. Adapun tujuannya diklaim untuk mendukung program pemerintah menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada 2030.

Meski belum menyebutkan soal produknya, namun Shodiq Wicaksono, Managing Director Suzuki Indonesia mengatakan, pihaknya fokus pada mobil elektrifikasi yang secara harga terjangkau bagi konsumen di Indonesia.

Baca juga: Sayonara Karimun Wagon R, Selamat Datang Calon Mobil Hybrid Suzuki

5. Bus Baru Harapan Jaya Avante D1 Buatan Karoseri Tentrem Ganti Livery?

Avante D1 di Instagram PO Harapan JayaINSTAGRAM/PTHARAPANJAYAPRIMA Avante D1 di Instagram PO Harapan Jaya

Avante D1 merupakan produk bodi bus terbaru dari Karoseri Tentrem. Sampai saat ini, bodi bus tersebut memang belum resmi dirilis, namun sebelumnya, bodi ini sudah keluar dari karoseri dengan balutan livery PO Harapan Jaya.

Seperti biasa, livery PO Harapan Jaya terdiri dari dua warna, yaitu putih dan oranye. Kemudian di bagian lambung belakang, terdapat lukisan delapan ekor kuda.

Namun belum lama ini, Instagram PO Harapan Jaya memberikan bocoran kapan bus tersebut akan beroperasi. Selain itu, terlihat juga kalau desain livery yang digunakan akan sedikit berbeda dibanding yang sebelumnya terpasang di Avante D1.

Baca juga: Bus Baru Harapan Jaya Avante D1 Buatan Karoseri Tentrem Ganti Livery?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.