Alasan Toyota Indonesia Mulai Produksi Mobil Hybrid

Kompas.com - 25/11/2021, 09:12 WIB
Perjalanan test drive jajaran mobil hybrid dan PHEV Toyota, dari Banyuwangi-Bali, 9-11 Oktober 2019. CUTENKPerjalanan test drive jajaran mobil hybrid dan PHEV Toyota, dari Banyuwangi-Bali, 9-11 Oktober 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Toyota Indonesia memastikan akan memulai produksi perdana kendaraan listrik di dalam negeri yang dimulai dari teknologi hibrida alias hybrid electric vehicle (HEV) pada tahun depan.

Hal tersebut sebagai upaya perseroan dalam mendukung program atas kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) yang dicanangkan oleh pemerintah RI melalui Perpres 55/2019.

Vice President Director PT Toyota-Astra Motor Henry Tanoto menyatakan, alasan perseroan memulai langkah produksi kendaraan listrik dari HEV tak lepas dari kemampuan daya serap masyarakat saat ini.

Baca juga: Komitmen Toyota di Indonesia Hadirkan Pilihan Teknologi Mobil Listrik yang Lengkap

Toyota Indonesia berpartisipasi dalam ajang Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2021 yang berlangsung di Kawasan Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan pada 24-26 November 2021.KOMPAS.com/Ruly Toyota Indonesia berpartisipasi dalam ajang Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2021 yang berlangsung di Kawasan Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan pada 24-26 November 2021.

"Berdasarkan data penjualan, sejauh ini Toyota sudah menjual 5.000 unit kendaraan elektrifikasi dan mostly adalah hybrid. Itulah yang jadi landasan mengapa pathway pertama kita mulai dari HEV," katanya di sela-sela IEMS, Tangerang, Rabu (24/11/2021).

Henry juga mengatakan, berdasarkan pengujian mobil berteknologi hibrida mampu mengurangi tingkat emisi sampai 40 persen dibandingkan kendaraan dengan internal combustion engine (ICE) alias mobil konvensional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, penggunaan mobil terkait juga tak butuh penyesuaian yang panjang karena masih ada peranan BBM sebagai sumber daya utama dan mesin baterai sebagai sumber energi cadangan.

Mengingat, kini infrastruktur pengisian daya mobil listrik di dalam negeri belum merata baik di dalam kota maupun luar kota.

"Kita berkomitmen akan terus support pemerintah terutama bagaimana mengurangi tingkat emisi secepat mungkin," kata Henry.

"Battery electric vehicle (BEV) itu suatu hal yang sangat penting. Tetapi, untuk mengakselerasi tingkat emisi maka kita kenalkan PHEV karena 70 persen emission reduction dan HEV 40 persen emission reduction," ujarnya lagi.

Baca juga: Transmisi CVT New Avanza Beda dengan CVT Lainnya

Toyota Prius PHEV resmi jadi Taksi BluebirdKOMPAS.com/STANLY RAVEL Toyota Prius PHEV resmi jadi Taksi Bluebird

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMIIN) Warih Andang Tjahjono mengatakan bahwa pihaknya akan terus perkenalkan mobil listrik yang lengkap kepada masyarakat Indonesia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.