Melihat Sistem Penguncian Kontainer pada Truk Trailer

Kompas.com - 07/11/2021, 16:41 WIB
Sistem pengunci trailer ke kontainer TIKTOK/HERYFRANCESSistem pengunci trailer ke kontainer

JAKARTA, KOMPAS.com – Belakangan ini memang kerap terjadi kecelakaan yang melibatkan truk trailer yang membawa kontainer. Misalnya seperti di Cipularang atau di Tol Banyumanik, truk yang mundur mengakibatkan kontainernya turun dari trailer.

Lalu sebenarnya bagaimana sistem penguncian kontainer ke trailer, apalagi beban kontainer juga bisa sampai puluhan ton?

Lewat akun TikTok heryfrances, terdapat video yang menampilkan bagaimana sistem penguncian kontainer ke trailer. Pengunci tersebut ada di empat titik yang posisinya tepian sudut trailer.

Baca juga: Segera Dimulai, Ini 25 Jalan di DKI Jakarta yang Terapkan Ganjil Genap

@heryfrances

Jadi Gini... ##JamTerbangTraveloka ##shippingcontainer ##transport ##truck ##fyp? ##fyp ##foryoupage

? To the Bone - Pamungkas

Jadi sebelum kontainer ditaruh di atas trailer, pengunci tadi diputar dahulu agar bisa terpasang. Kemudian setelah terpasang, pengunci tadi diputar sehingga ada yang menahan kontainer berubah posisinya ketika berjalan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi Ahmad Wildan mengatakan, pengunci tadi disebut dengan twist lock, mengingat cara kerjanya yang tinggal diputar.

Twist lock tadi memang sanggup mengunci gerak kontainer walaupun memiliki berat puluhan ton.

“Penguncinya memang betul begitu. Tapi di lapangan, saya sering menemukan twist lock-nya banyak yang patah, bahkan sudah enggak ada,” ucap Wildan kepada Kompas.com, Minggu (7/11/2021).

Baca juga: Stoner Ungkap Perbedaan Dirinya dengan Rossi Soal Balapan

Truk trailerDOK. AHMAD WILDAN Truk trailer

Bahkan Wildan pernah menemukan juga kontainer yang hanya diikat dengan tali, untuk mengganti twist lock yang rusak. Sayangnya pengawasan di area pelabuhan masih kurang, jadi trailer yang rusak masih bisa beroperasi.

Trailer seharusnya diuji, dia punya buku uji sendiri. Perlu ada pengawasan dan penegakkan hukum, terutama di area pelabuhan. Mereka (truk trailer) kan beroperasinya pasti bermula dari sana,” ucap Wildan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.