Pendapatan Bengkel Otomotif Turun 40 Persen Sepanjang 2021

Kompas.com - 01/11/2021, 07:22 WIB
Bengkel mobil Cameroon LA Motor, usaha sampingan Sunarto yang masih bertahan hingga kini. HAMZAH ARFAHBengkel mobil Cameroon LA Motor, usaha sampingan Sunarto yang masih bertahan hingga kini.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal 2020 sampai sekarang, telah berdampak pada berbagai sektor industri dan usaha.

Dari sektor otomotif, selain berdampak pada penjualan mobil dan motor, pandemi ikut mempengaruhi usaha bengkel kendaraan.

Hermas Efendi Prabowo, Ketua Umum Persatuan Bengkel Otomotif (PBOIN), mengatakan, potensi pendapatan pengusaha bengkel hilang Rp 130,04 triliun sepanjang 2021.

Baca juga: Apa Pelumas Paling Tepat untuk Rantai Sepeda Motor?

Persatuan Bengkel Otomotif (PBOIN), mengatakan, potensi pendapatan pengusaha bengkel hilang Rp 130,04 triliun sepanjang 2021.KOMPAS.com/Dio Persatuan Bengkel Otomotif (PBOIN), mengatakan, potensi pendapatan pengusaha bengkel hilang Rp 130,04 triliun sepanjang 2021.

Khusus untuk sektor bengkel otomotif UMKM, mekanik lepas dan penjualan spare part, potensi pendapatan yang hilang mencapai Rp 62,5 triliun.

"Penurunan potensi pendapatan terjadi akibat menurunnya transaksi perdagangan jasa perawatan dan perbaikan kendaraan sepanjang Januari-Oktober 2021, juga perdagangan spare part atau suku cadang," ujar Hermas di Jakarta (31/10/2021).

Menurutnya, selama pandemi mayoritas bengkel mobil, motor, body repair, dan bagian-bagian lainnya harus tutup.

Baca juga: 11 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Tol Cikampek, Pahami Rumus 3 Detik

Aktivitas perbaikan sepeda motor yang rusak akibat banjir di bengkel adhi motor, Senin (28/11/2016).Kontributor Gresik, Hamzah Arfah Aktivitas perbaikan sepeda motor yang rusak akibat banjir di bengkel adhi motor, Senin (28/11/2016).

Kondisi ini membuat para pengusaha terpaksa mem-PHK sebagian pekerja, meliburkan sementara, atau memotong gaji agar bisa bertahan.

"Rata-rata penurunan pendapatan bengkel otomotif tahun 2021 selama pandemi berkisar 40 persen," ucap Hermas.

Hermas juga menambahkan, khusus bengkel UMKM, biaya sewa bengkel ada yang tetap, namun tak sedikit yang menaikkan biaya sewa. Padahal, 95 persen bengkel otomotif UMKM di perkotaan lokasinya kontrak.

Baca juga: Berburu Honda Stream Bekas, Berapa Kisaran Harganya?

Persatuan Bengkel Otomotif (PBOIN), mengatakan, potensi pendapatan pengusaha bengkel hilang Rp 130,04 triliun sepanjang 2021.
KOMPAS.com/Dio Persatuan Bengkel Otomotif (PBOIN), mengatakan, potensi pendapatan pengusaha bengkel hilang Rp 130,04 triliun sepanjang 2021.

"Pendapatan jasa bengkel otomotif turun drastis karena pada masa pandemi, mobilitas dibatasi. Mobil jarang perawatan, jarang rusak dan penggantian spare part jadi tertunda. Sebagian terpaksa menunda perawatan atau perbaikan karena tidak ada biaya," kata Hermas.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.