Sopir Truk di Indonesia Masih Minim Ilmu

Kompas.com - 26/10/2021, 08:42 WIB
puluhan sopir truk expedisi tujuan Jawa-Bali-Sumba terlantar di Lombok Barat 2 hingga 3 bulan terakhir ini, Kamis (2/9/2021) mereka menyampaikan keluhannya karena tak kunjung jelas nasib mereka mengingat jadwal kapal Egon tujuan Sumba tak kunjung tiba. Mereka kesulitan makanan karena persediaan uang semakin menipis. FITRI Rpuluhan sopir truk expedisi tujuan Jawa-Bali-Sumba terlantar di Lombok Barat 2 hingga 3 bulan terakhir ini, Kamis (2/9/2021) mereka menyampaikan keluhannya karena tak kunjung jelas nasib mereka mengingat jadwal kapal Egon tujuan Sumba tak kunjung tiba. Mereka kesulitan makanan karena persediaan uang semakin menipis.

JAKARTA, KOMPAS.com – Salah satu penyebab terjadinya kecelakaan truk di jalanan Indonesia adalah kesalahan pengemudi alias sopir. Untuk mengemudikan truk, tentu sopir harus memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) B.

Walaupun rata-rata sopir truk sudah memiliki SIM, masih saja terlihat di jalanan truk kerap alami kecelakaan. Lalu mengapa walaupun para sopir sudah memiliki surat izin, kecelakaan masih saja terjadi?

Menanggapi hal tersebut, Bambang Widjanarko, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DIY mengatakan, ada kekeliruan ketika pengujian SIM di Indonesia.

Baca juga: Dugaan Skandal di Bengkel AHASS, Ini Kata Teknisi Honda

Pengemudi truk kontainer menunggu giliran untuk melajukan kendaraanya di areaJakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (11/6/2021). KOMPAS.com/DJATI WALUYO Pengemudi truk kontainer menunggu giliran untuk melajukan kendaraanya di areaJakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (11/6/2021).

“Pembuatan SIM di Indonesia yang selalu diuji adalah soal aturan seperti rambu. Tapi yang tidak diuji adalah in cabin training, pengetahuan tentang perangkat kendaraan yang ada di kabin,” ucap Bambang kepada Kompas.com, Senin (25/10/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bambang menjelaskan, pengemudi itu harus menguasai skill, attitude, dan knowledge. Sopir truk yang ada di Indonesia hanya menguasai skill saja. Sejatinya, keterampilan mengemudi sopir di Indonesia jauh di atas rata-rata sopir dunia. Tapi, sayang masih minim ilmu.

Baca juga: Urus Balik Nama Kendaraan, Ini Biaya yang Harus Disiapkan

“Tapi attitude-nya enggak tahu, mengemudi cuma pakai sendal. Di luar negeri sopir pakai sepatu safety, di sini untuk pakai helm dan rompi susahnya setengah mati, bahkan seringnya enggak pakai baju,” kata Bambang.

Lalu soal knowledge atau pengetahun, sopir di Indonesia masih nol. Sopir tidak pernah mendapatkan pengetahuan dari ATPM yang benar, tapi dari sopir yang terdahulu, jadi berdasarkan kebiasaan saja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.