Waktu Tepat Ganti Oli Transmisi Mobil Matik, Jangan Hanya dari Jarak

Kompas.com - 22/10/2021, 18:31 WIB
Ilustrasi oli transmisi. SHUTTERSTOCKIlustrasi oli transmisi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi para pemilik mobil matik, penggantian pelumas pada mobil harus dilakukan secara rutin. Tidak hanya mesin, tapi juga oli transmisi otomatis.

Umumnya, pihak bengkel akan menyarankan penggantian oli transmisi matik setiap interval 15.000 kilometer. Selanjutnya, untuk menguras oli ini secara menyeluruh dilakukan tiap 50.000 kilometer.

Hermas Efendi Prabowo, pemilik bengkel spesialis Worner Matic, mengatakan bahwa saat ini penggantian oli transmisi tidak bisa lagi sepenuhnya menggunakan patokan interval jarak tempuh tersebut.

Menurut Hermas, menyoroti kondisi lalu lintas di sebagian daerah yang padat dan kerap timbul kemacetan menjadi penyebab patokan jarak tempuh untuk mengganti oli transmisi matik sudah tidak relevan lagi.

Baca juga: Bamsoet Sebut Sirkuit Mandalika Mau Dipakai untuk Formula 1

“Misal, untuk menempuh jarak 10 km biasanya ditempuh dalam waktu 20-30 menit, tapi pada kenyataannya saat ini bisa sejam atau lebih. Kalau hitungan normal waktu kerja, dalam 1 jam itu mobil bisa menempuh lebih dari 10 km," ujar Hermas kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ilustrasi proses mengganti oli transmisi otomatisOtomania/Setyo Adi Ilustrasi proses mengganti oli transmisi otomatis

Oleh sebab itu, Hermas menyarankan bagi pemilik mobil yang kerap menghadapi kemacetan lalu lintas, agar tidak sepenuhnya menggunakan tolok ukur jarak tempuh saat akan mengganti oli transmisi matik.

"Yang biasanya ganti oli matik 15.000 km, dengan kondisi kemacetan dan waktu kerja komponen yang lebih lama sebaiknya dipercepat menjadi 7.000 km atau 8.000 km," katanya melanjutkan.

Baca juga: Catat, Ini Syarat Bikin SIM Baru di Indonesia

Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi kemungkinan penurunan performa transmisi matik dan menghindari kuras oli secara menyeluruh. Jika rutin melakukan ganti oli transmisi matik, maka tidak perlu sering menguras pelumas tersebut.

Transmisi CVT RockyKOMPAS.com/STANLY RAVEL Transmisi CVT Rocky

Sebab, oli yang berada di dalam transmisi selalu diperbarui dan punya performa pelumasan yang baik. Kuras dilakukan jika kondisi oli transmisi sudah tak lagi bisa melumasi dengan baik.

Hermas menyebutkan, gejala penurunan performa pada transmisi matik dirasakan ketika ada keterlambatan proses perpindahan gigi. Bisa juga muncul suara dengung pada sistem transmisi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.