Sulit Mengubah Budaya Kernet Naik Kelas Jadi Sopir Truk

Kompas.com - 22/10/2021, 18:21 WIB
Kecelakaan truk akibat rem blong di depan Terminal Kalideres, Jumat (11/6/2021) Kompas.com/MITA AMALIA HAPSARIKecelakaan truk akibat rem blong di depan Terminal Kalideres, Jumat (11/6/2021)

JAKARTA, KOMPAS.comKejadian truk kecelakaan di jalan memang kerap terjadi di Indonesia. Tidak jarang kecelakaan truk ini menimbulkan korban jiwa, sehingga sangat membahayakan.

Salah satu kejadian yang masih ada sampai saat ini adalah bagaimana seseorang belajar mengemudikan truk. Biasanya, pengemudi truk berawal dari seorang kernet, kemudian dilatih oleh pengemudi dan akhirnya bisa mengemudikan truk.

Peristiwa yang mengherankan pernah terjadi beberapa waktu lalu di mana seorang anak kecil mengemudikan truk trailer di jalan tol Jakarta-Cikampek.

Bisa saja hal ini terjadi karena pengemudi yang sebenarnya kelelahan dan menyerahkan truknya ke kernet.

Baca juga: Yamaha Siapkan Skutik Petualang Baru

Kondisi truk yang menabrak tiga sepeda motor di Jalan Kusuma Bangsa, Lamongan, Jumat (26/3/2021).Dok. Satlantas Polres Lamongan Kondisi truk yang menabrak tiga sepeda motor di Jalan Kusuma Bangsa, Lamongan, Jumat (26/3/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, namanya juga dilatih oleh pengemudi, pengetahuan akan keselamatan mengemudi masih kurang, sehingga bisa berbahaya. Tidak hanya itu, pengetahuan tentang cara pengoperasian juga masih salah, bisa menyebabkan kecelakaan.

Melihat kejadian seperti ini, Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia mengatakan, pengemudi boleh saja mengajarkan kernet, tapi sebatas operasional saja dan di area tertutup.

“Itu juga dengan catatan pengemudi truknya punya pengetahuan dan pemahaman yang benar tentang keselamatan,” ucap Sony kepada Kompas.com, Jumat (22/10/2021).

Baca juga: Punya Bekal Cukup, Marc Marquez Optmistis Menang di GP Misano Kedua

Sony lebih prihatin lagi kepada pihak berwenang yang tidak jeli melihat fenomena tersebut. Oleh karena itu, kecelakaan truk terus saja terjadi di jalanan Indonesia.

“Pihak berwenang hanya berfokus kepada penegakkan hukum dan tunggu kecelakaan, sosialisasi soal keselamatan sangat kurang. Lihat saja masih banyak pelanggaran yang truk lakukan dan tingginya kecelakaan,” kata Sony.

Pemahaman pengemudi truk di Indonesia masih salah, bukan bisa dulu baru paham, melainkan paham dahulu baru bisa. Sayangnya fenomena pengemudi truk yang datangnya dari kernet ini memang sulit dihentikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.