Hindari Truk yang Asal Pindah Lajur, Mobil Travel Terperosok ke Parit

Kompas.com - 21/10/2021, 07:02 WIB
Sebuah mobil travel terperosok parit di tol Cipali kilometer 92, Kalijati, Subang, Jawa Barat, Rabu (20/10/2021) sekitar pukul 08.30 WIB. Satu orang tewas akibat kecelakaan itu. HandoutSebuah mobil travel terperosok parit di tol Cipali kilometer 92, Kalijati, Subang, Jawa Barat, Rabu (20/10/2021) sekitar pukul 08.30 WIB. Satu orang tewas akibat kecelakaan itu.


JAKARTA, KOMPAS.com - Kejadian pindah lajur di jalan tol dengan tidak aman, atau secara tiba-tiba saat melaju dalam kecepatan tinggi kerap dilakukan oleh pengemudi di jalan tol.

Misalnya, ketika ada mobil yang dari jalur kanan tiba-tiba memotong ke lajur tengah, bahkan ada yang memaksa terus ke kiri sampai pintu keluar tol.

Perilaku ini tentu berbahaya dan berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal. Seperti kejadian yang baru saja mobil travel di tol Cipali kilometer 92, Kalijati, Subang, Jawa Barat, Rabu (20/10/2021).

Baca juga: Usai 2022, Energica Setop Jadi Pemasok Motor MotoE

Pembantu Unit (Panit) Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Cipali Iptu Karyana mengatakan, insiden bermula saat sopir travel menghindari tabrakan dengan truk. Truk tersebut diketahui melaju di lajur cepat kemudian dengan tiba-tiba memotong jalur pindah ke jalur lambat.

“Sopir tersebut secara refleks membanting setir ke kiri hingga masuk ke dalam parit,” ucap Karyana dikutip dari Regional Kompas.com.

Berkaca dari kasus tersebut, nampaknya masih ada pengemudi yang belum paham keselamatan berkendara serta aturan saat berkendara di jalan tol.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Memotong lajur di jalan tol tidak bisa sembarangan karena bisa berakibat fatal, mengingat rata-rata kecepatan di jalan tol sangat tinggi,” ucap Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana.

Sony melanjutkan, jalan tol juga rawan dengan tabrak belakang. Jadi jika satu mobil yang lambat masuk ke jalan tol, bisa ditabrak dari belakang oleh mobil yang kalah cepat.

Selain itu, ketika memasuki jalan tol, menurut Sony, ada etika yang harus dipahami ketika mau berpindah jalur. Hal yang utama, pastikan lalu lintas di belakang aman dan wajib terlihat dari kaca spion. Kemudian nyalakan lampu sein sebagai tanda minta izin untuk pindah jalur.

“Jika dilihat mobil belakang tidak memberi jalan, jangan dipaksa, karena bisa berujung kecelakaan. Tunggu sampai lajur dan kondisi di belakang mobil aman,” kata dia.

Baca juga: Motor Ditinggal, Pemiliknya Meneduh ketimbang Terobos Pelintasan KA

Volume lalu lintas harian rata-rata (LHR) Jalan Tol Jasa Marga di seluruh Indonesia Jasa Marga Volume lalu lintas harian rata-rata (LHR) Jalan Tol Jasa Marga di seluruh Indonesia

Saat berpindah jalur harus dilakukan satu-persatu, tidak boleh sekaligus pindah lajur (misal, dari lajur paling cepat langsung ke lajur paling lambat) karena bisa mengakibatkan kecelakaan.

Sony juga menegaskan, pengemudi harus pastikan perpindahan lajur jalan disesuaikan dengan kecepatan yang dianjurkan. Misal jalannya terdiri dari tiga lajur, di kiri 60 kpj, di tengah 80 kpj dan paling kanan (hanya untuk mendahului) di kecepatan 100 kpj.

“Wajib waspada terhadap kondisi sekeliling untuk menghindari kecelakaan akibat pengemudi agresif yang datang dari belakang,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.