Telat Beralih ke Era Kendaraan Listrik, Indonesia Bisa Ketinggalan

Kompas.com - 18/10/2021, 09:22 WIB
Simulasi pengisian bahan bakar listrik mobil Hybrid BMW i8  saat acara penyerahan kunci di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (20/4/2017). Penyerahan unit pertama kali dilakukan oleh BMW dengan penyerahan kunci secara resmi oleh President Director BMW Group Indonesia Karin Lim kepada pemilik pertamanya. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELISimulasi pengisian bahan bakar listrik mobil Hybrid BMW i8 saat acara penyerahan kunci di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (20/4/2017). Penyerahan unit pertama kali dilakukan oleh BMW dengan penyerahan kunci secara resmi oleh President Director BMW Group Indonesia Karin Lim kepada pemilik pertamanya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memprediksi total penjualan mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) di dunia pada tahun ini mencapai lebih dari 28 juta unit.

Sangat penting bagi Indonesia untuk tidak telat memulai era kendaraan listrik jika tidak mau ketinggalan jauh.

"BEV mengalami peningkatan penjualan tiap tahun. Diperkirakan, untuk jenis kendaraan penumpang pada 2021 akan mencapai lebih dari 28 juta unit dengan market share 30 persen," katanya dalam webinar 'Quo Vadis Industri Otomotif Indonesia di Era Elektrifikasi', Jumat (15/10/2021).

Baca juga: Solusi Mobil Listrik Murah, Pabrikan Bikin LCGC Bertenaga Baterai

SPKLU PLNPLN SPKLU PLN

Menurut Agus, pertumbuhan tersebut nantinya akan berdampak pada peningkatan kebutuhan lithium ion battery (LIB) sebesar 1,65 juta GWh pada tahun 2030.

Kemudian, berbanding lurus juga atas kebutuhan infrastruktur berupa charging station sekitar 9,89 juta unit dalam tahun yang sama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Tingginya proyeksi peningkatan populasi kendaraan listrik dunia sedikit banyak dipengaruhi oleh global initiative campaign," ujar dia.

"Itu diprakarsai oleh berbagai negara maju dengan kerja sama para produsen electric vehicle (EV) global dan organisasi nirlaba lainnya. Jika kita tidak cukup cepat, akan tertinggal,” tambah Agus.

Pasalnya, peningkatan atas kebutuhan baterai kendaraan listrik akan mendukung peran strategis dalam rantai pasok global industri kendaraan listrik.

Baca juga: Mulai Besok Waktu Pemberlakuan Ganjil-Genap di Jakarta Kembali Normal

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang (kiri) bersama Ketua MPR yang juga ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (kanan) meninjau stan Toyota untuk mobil listrik pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Menteri Perindustrian Agus Gumiwang (kiri) bersama Ketua MPR yang juga ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (kanan) meninjau stan Toyota untuk mobil listrik pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Sementara Indonesia berada di posisi sebagai pemilik cadangan nikel terbesar di dunia serta masih tingginya cadangan bahan baku primer lain seperti cobalt, mangan, dan aluminium.

”Saat ini, ada sembilan perusahaan yang mendukung industri baterai, yang meliputi lima perusahaan penyedia bahan baku baterai," kata Agus.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.