Peralihan Penggunaan Kendaraan Listrik Sebaiknya Berlangsung Alami

Kompas.com - 15/10/2021, 19:51 WIB
ILustrasi mobil listrik Dok. Pixabay.comILustrasi mobil listrik
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) menyarankan bila peralihan era elektrifikasi kendaraan bermotor haruslah berlangsung secara alami.

Sehingga, masyarakat tidak kaget yang berdampak pada daya beli di jangka waktu menengah ke panjang. Serta, penggunaan kendaraan listrik mampu bertumbuh optimal.

"Contohnya dahulu masyarakat Indonesia menggunakan mobil dengan transmisi manual. Tapi untuk mengenalkan ke transmisi otomatis, perlu dilakukan edukasi oleh produsen terkait secara alamiah," kata Ketua V Gaikindo Shodiq Wicaksono, Jumat (15/10/2021).

Baca juga: Gaikindo Optimistis Target Penjualan Mobil Tahunan Bisa Terlampaui

Ilustrasi mobil listrik ToyotaCARSCOOPS.com Ilustrasi mobil listrik Toyota

"Sampai akhirnya mereka beralih sendiri. Begitu juga dengan electric vehicle (EV) ini, mungkin bisa dilakukan dengan pendekatan transisi secara alamiah pula,” lanjutnya.

Ia menilai strategi peralihan secara alami terbukti berhasil diterapkan oleh pemerintah dalam upaya menurunkan emisi karbon melalui produksi Low Cost Green Car (LCGC) yang dilakukan pada 2013 lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sampai saat ini kontribusi penjualan LCGC terhadap total penjualan kendaraan nasional bisa bertahan di angka 20 persen. Jadi memang stepping menuju pure EV itu perlu dilakukan secara alamiah,” katanya.

Seperti diketahui sebelum industri nasional bisa memproduksi baterai kendaraan listrik sendiri, ada dua teknologi lain yang bisa dijadikan tahapan menuju kendaraan listrik murni.

Yaitu, HEV (Hybrid Electric Vehicle) dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle).

Baca juga: Avanza-Xenia Bakal Jadi FWD, Ini Mobil RWD yang Tersisa di Indonesia

SPKLU PLNPLN SPKLU PLN

“Penetrasi ke BEV tergantung kesiapan para stakeholder. Kalau baterai kendaraan listrik yang murah bisa tersedia dengan cepat, dan insentif pembelian atau penjualan BEV bisa diberikan dengan baik, maka prosesnya bisa lebih cepat," ucap Shodiq.

"Artinya ada banyak hal yang harus diperhatikan sebelum mencapai ke BEV,” tambah dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.