Mobil Mendadak Terbakar, Ini Cara Benar Menggunakan APAR

Kompas.com - 11/10/2021, 16:44 WIB
Tangkapan layar video sebuah sedan terbakar di Tol JORR, Minggu (10/10/2021). Akun Instagram @jktinfoTangkapan layar video sebuah sedan terbakar di Tol JORR, Minggu (10/10/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Berkaca pada peristiwa terbakarnya sebuah mobil sedan di Jalan Tol JORR arah Jakarta, Minggu (10/10/2021), setiap pengemudi wajib memahami hal-hal terkait keselamatan termasuk menghadapi kendaraan yang mendadak terbakar.

Hal paling utama dalam pencegahaan kendaraan yang terbakar adalah menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di dalam mobil. Namun pastikan disimpan di tempat yang mudah dijangkau.

Unit Manager Communication, Relationship & CSR PT Pertamina (Persero) Eko Kristiawan mengatakan, penggunaan APAR dapat mencegah kebakaran kian membesar dan menjalar ke tempat lain di sekitarnya.

Baca juga: Berapa Jarak yang Bisa Ditempuh Saat Indikator BBM E?

Selain itu, penggunaan APAR juga harus memperhatikan sejumlah hal penting agar alat ini dapat efektif memadamkan api pada kendaraan. Sebab ternyata menggunakan APAR sendiri tidak bisa sembarangan.

Ilustrasi alat pemadam api ringan (APAR) di mobil.challengertalk.com Ilustrasi alat pemadam api ringan (APAR) di mobil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Eko menjelaskan, pengguna APAR harus memahami arah gerak api dari tiupan angin di sekitar lokasi kejadian.

“Jadi untuk memadamkan api harus membelakanginya. Itu akan lebih cepat dan efektif memadamkan api,” kata Eko kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Benarkah Mengecas Ponsel di Mobil Bikin Aki Cepat Soak?

Apabila salah menyemprotkan APAR dari arah depan kobaran api atau melawan tiupan angin, justru berpotensi titik api makin meluas dan berisiko membuat titik kebakaran baru.

Maka dari itu, pengguna APAR harus tetap tenang dan tidak mudah panik dalam menghadapi kobaran api pada kendaraan yang terbakar.

“Biasanya kalau panik kita semprotkan saja ke arah nyala api, padahal itu bukan titik utamanya. Yang efektif harus langsung fokus ke titik api,” ujar Eko menambahkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.