Mau Tetap Murah, LCGC Harus Jadi Hybrid atau Mobil Listrik

Kompas.com - 06/10/2021, 08:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Berlakunya pajak berbasis emisi atau carbon tax di Indonesia dalam waktu dekat bakal mengubah besaran pajak yang ditanggung sejumlah model kendaraan.

Singkatnya, skema pajak baru lebih mendukung mobil listrik murni, hybrid, PHEV, ataupun fuel cell dibandingkan mesin bakar internal.

Sementara itu, perubahan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) pada mobil konvensional pun bervariasi.

Baca juga: Bocoran Gambar Calon Avanza Baru, Lebih Gagah Mirip Xpander dan Raize

Teknologi mesin hybrid ToyotaOtomania/Setyo Adi Teknologi mesin hybrid Toyota

Misalnya sedan di bawah 3.000 cc yang sebelumnya dikenakan PPnBM 30 persen, turun menjadi 15 persen.

Kemudian, mobil bensin dengan kapasitas 1.500 cc yang awalnya hanya 10 persen, nanti akan menjadi 15 persen. Adapun mobil LCGC menjadi 3 persen, dari sebelumnya 0 persen.

Sementara mobil listrik murni (BEV) sebesar 0 persen. Lalu mobil hybrid berkisar 2 persen, 5 persen, dan 8 persen, bergantung dari emisi dan konsumsi bahan bakarnya.

Baca juga: Rem Mendadak, Dua Pengendara Motor Ditabrak dari Belakang

Ilustrasi gas buang kendaraanwww.autoevolution.com Ilustrasi gas buang kendaraan

Pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu mengatakan, penerapan carbon tax dapat memicu pertumbuhan pasar bagi kendaraan BEV dan hybrid.

Pada saat yang sama, mobil-mobil bermesin konvensional berangsur-angsur akan turun, termasuk segmen LCGC yang selama ini terkenal sebagai mobil murah.

“Untuk mengantisipasinya, maka produsen LCGC harus segera menyiapkan dan memasarkan LCGC berpenggerak hybrid,” ujar Martinus kepada Kompas.com, Selasa (5/10/2021).

Baca juga: Catat, Ini Besaran Denda yang Harus Dibayar Penunggak Pajak Kendaraan

Taiwan rajai industri mobil listrikDok. Pixabay.com Taiwan rajai industri mobil listrik

“Bahkan bukan tidak mungkin bersiap-siap untuk quantum leap dengan BEV, demi menekan emisi dan sekaligus menikmati diskon pajak dengan model PPnBM berbasis karbon yang baru kelak,” kata dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.