Masih Banyak Pengendara Motor Ngobrol Sambil Berkendara

Kompas.com - 04/10/2021, 17:12 WIB
Biker ngobrol di atas motor instagram.com/dashcam_owners_indonesiaBiker ngobrol di atas motor

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat berkendara di jalan umum, akan dijumpai beragam pengguna jalan dengan karakteristik yang bermacam-macam. Tidak hanya pengendara yang patuh akan aturan lalu lintas, ada pula yang abai.

Salah satu jenis pengguna jalan dengan kebiasaan buruk yang umum dijumpai adalah pengendara sepeda motor yang mengobrol dengan pengguna jalan lain sambil berkendara.

Kebiasaan mengobrol dengan pengguna jalan lain seperti itu tentu berisiko membahayakan diri sendiri maupun orang lain di sekitarnya.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, aktivitas mengobrol atau berinteraksi secara berlebihan dengan pengguna jalan lain sambil tetap berkendara mutlak berbahaya. Sebab hal tersebut menurunkan tingkat konsentrasi pengendara.

Baca juga: Hasil MotoGP Amerika, Kemenangan Manis Marc Marquez

“Di pinggir jalan saja risiko bahayanya besar apalagi di jalan raya. Jadi, jalan raya bukan tempatnya mengobrol atau bersilaturahmi, karena potensi bahayanya besar akibat gagal mengerem dari kendaraan di belakang,” ujar Sony kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dua orang pengendara sepeda motor terpaksa putar balik karena jalan ditutup dengan tembok batu bata di Kelurahan Penghentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (15/4/2021).KOMPAS.com/IDON Dua orang pengendara sepeda motor terpaksa putar balik karena jalan ditutup dengan tembok batu bata di Kelurahan Penghentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (15/4/2021).

Ia lantas menyarankan kepada setiap pengguna jalan yang menemui kejadian semacam itu, lebih baik segara membunyikan klakson dengan tujuan menghentikan percakapan mereka sekaligus sebagai kode mengingatkan.

“Suara klakson pasti akan mengganggu dan menghentikan percakapan, dan menyelamatkan mereka dari bahaya, sehingga mereka paham bahwa yang dilakukannya adalah salah,” kata Sony melanjutkan.

Baca juga: Klasemen Pebalap MotoGP 2021 Setelah GP Amerika

Tentunya pengguna jalan perlu memahami bahwa sikap mengobrol saat berkendara memiliki intensitas yang berbeda jauh dengan tindakan mengingatkan seorang pengendara akan hal darurat, contohnya seperti mengingatkan pemotor yang lupa menaikkan standar sampingnya.

Melihat dari kacamata hukum, terdapat aturan yang mengatur soal gangguan konsentrasi pengendara selama di jalan, yakni pada Pasal 283 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pasal tersebut berbunyi:

"Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750.000."


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.