Airbag Gagal Mengembang Saat Tabrakan, Ini Alasannya

Kompas.com - 02/10/2021, 10:42 WIB
Ilustrasi airbag yang telah meledak. garyeto.comIlustrasi airbag yang telah meledak.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sistem keselamatan pasif berupa airbag saat ini jadi fitur yang wajib ada pada sebuah mobil. Berkat adanya airbag, angka fatalitas saat terjadi kecelakaan dapat ditekan seminimal mungkin.

Dahulu, airbag hanya dipasang untuk pengemudi dan penumpang depan saja. Dengan kata lain, airbag cuma terpasang pada dua titik di bagian kabin depan saja.

Namun, saat ini sejumlah mobil baru telah memasang airbag tidak hanya di bagian kabin depan saja, tapi juga di samping kabin untuk mengakomodasi keselamatan bagi penumpang yang duduk di belakang.

Baca juga: Usik SUV Jepang, Peugeot Hadirkan Versi Murah 3008 dan 5008 Facelift

Meski begitu, ada sejumlah kasus kecelakaan di mana airbag gagal mengembang untuk melindungi pengemudi dan penumpang. Menanggapi hal tersebut, Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi membenarkan bahwa tidak semua benturan dapat memicu mengembangnya airbag.

Dual SRS Airbag. Toyota Astra Motor (TAM) Dual SRS Airbag.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ini yg harus dipahami, bahwa tidak semua tabrakan airbag akan mengembang, tapi yang utama harus menggunakan sabuk pengaman,” kata Didi kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Didi menambahkan, airbag hanya akan bisa mengembang ketika sensor yang ada pada bagian depan terbaca oleh Electronic Control Unit (ECU). Maka dari itu, tidak setiap benturan dapat menjamin airbag akan mengembang.

Baca juga: Cara Bertindak Ketika Bertemu Pengemudi Agresif di Jalan Tol

"ECU akan membaca dari sensor, apakah bisa mengambangkan airbag atau tidak karena banyak faktor pendukungnya,” katanya melanjutkan.

Airbag sendiri dapat mengembang jika mobil menerima benturan dari arah depan mobil. Selain sensor pada bagian depan, airbag juga akan mengembang saat terjadi benturan pada pinggir depan kanan dan kiri mobil dengan radius area sekitar 30 derajat.

“Saat terjadi kecelakaan di sisi depan, dengan kecepatan tertentu, airbag akan mengembang 0,03 detik, dan kemudian deflate dalam waktu 0,1 detik,” ucap Didi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.