Korelasi As Roda Mobil Patah yang Sebabkan Kecelakaan

Kompas.com - 25/09/2021, 16:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan antara dua mobil terjadi di Jalan Raya Maospati-Ngawi, Kecamatan Geneng, pada Jumat (24/9/2021). Dua mobil minibus bertabrakan dari arah yang berlawanan.

Melansir Kompas.com, kecelakaan bermula dari roda depan sebelah kiri salah satu mobil yang terlepas akibat as roda patah. Otomatis mobil tersebut hilang kendali dan menabrak mobil lain dari arah berlawanan.

Bagi sebagian orang awam, patahnya as roda biasanya diasumsikan akibat mobil yang mengangkut beban penumpang atau muatan berlebih, namun apakah benar seperti itu?

Baca juga: Bus Baru PO Garuda Mas Sudah Pakai Leg Rest

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi, menjawab bahwa selama tidak dilakukan investigasi dan pemeriksaan mendetail, sulit memastikan penyebab as roda mobil dapat patah.

"Sebab sektor kaki-kaki mobil memiliki banyak komponen. Kita harus melakukan investigasi dan pemeriksaan pada mobil tersebut guna mengetahui penyebab pasti as rodanya bisa patah," kata Didi kepada Kompas.com, Sabtu (25/9/2021).

Ilustrasi as roda mobiljip.gridoto.com Ilustrasi as roda mobil

Didi menjelaskan, sudah jadi prosedur standar untuk melakukan wawancara kepada si pemilik atau pengemudi, terutama mengenai riwayat penggunaan dan perawatan mobil terkait.

Selanjutnya, akan disinkronkan secara aktual dengan kondisi nyata pada komponen yang mengalami kerusakan.

Baca juga: Kucing Menyebrang di Tol, Tabrak atau Rem Mendadak?

"Apakah dia pernah mengangkut penumpang atau muatan berlebih, atau saat menyetir ada bagian dari kaki-kaki mobil yang mentok dan terbentur objek keras seperti batu, itu harus kita cari tahu terlebih dahulu," ujar Didi lebih lanjut.

Riwayat penggunaan dan perawatan mobil ini penting untuk diketahui agar teknisi yang bertugas paham letak permasalahan dan penyebab utama as roda mobil dapat rusak hingga patah.

Ilustrasi servis mobil di dealer Auto2000Auto2000 Ilustrasi servis mobil di dealer Auto2000

Didi pun menghimbau kepada para pengemudi untuk mematuhi anjuran batas maksimal beban muatan sebuah mobil. Jangan sampai mengangkut beban melebihi ambang batas yang sudah ditetapkan oleh pabrikan.

Sikap pengemudi pun juga harus diperhatikan. Agresif dalam mengemudi di jalanan tentu turut memberikan efek negatif pada sektor kaki-kaki mobil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.