Dibanding Baterai Listrik, Hidrongen Lebih Cocok untuk Kendaraan Berat

Kompas.com - 25/09/2021, 14:02 WIB
Foto ilustrasi bahan bakar hidrogen. DW INDONESIAFoto ilustrasi bahan bakar hidrogen.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Bahan bakar nabati dan hidrogen hijau, diklaim lebih cocok untuk digunakan kendaraan berat dalam upaya mengurangi tingkat polusi udara di dunia.

Hal tersebut karena lebih efektif dan efisien, dibanding menggunakan baterai listrik yang membutuhkan penyesuaian penggunaan karena keterbatasan jarak tempuh.

Belum lagi ditambah durasi pengisian daya yang juga memakan waktu cukup lama, sementara mobilitas harus tinggi.

Sehingga, kendaraan listrik yang bersumber pada energi terbarukan lebih cocok untuk kendaraan penumpang. Hal tersebut berdasarkan kajian Institute for Essential Service Reform (IESR), berjudul Deep decarbonization of Indonesia’s energy system.

Baca juga: Harga Pertamax Turbo dan Dex Naik Rp 2.450 Per Liter

Bus listrik medium Inka E-InobusKOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI Bus listrik medium Inka E-Inobus

"Dominasi kendaraan listrik yang bersumber pada energi terbarukan akan mutlak pada 2050 terutama untuk kendaraan penumpang," kata Spesialis Bahan Bakar Bersih IESR, Julius Adiatma, Jumat (24/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Julius, dalam jangka pendek, hidrogen berpotensi untuk mulai digunakan di sektor industri sambil melihat perkembangan sisi ekonominya.

Hanya saja secara ekonomi, bahan bakar nabati (BBN) terutama biodiesel, masih akan memiliki peran yang cukup besar di Indonesia, mengingat tersedianya sumber daya utama seperti sawit.

"Sayangnya saat ini BBN terfokus pada minyak kelapa sawit. Sedangkan lahan yang tersedia untuk mengembangkan lahan sawit semakin sedikit. Maka kita harus mencari jalan lain untuk memproduksi BBN selain kelapa sawit misalnya dari limbah atau tanaman lain,” kata dia.

Baca juga: Bursa Mobil Bekas Tetap Potensial di Masa Pandemi

Dalam kesempatan sama, Peneliti BRIN Eniya Listiani Dewi mengatakan bahwa pengembangan kendaraan listrik yang disertai dengan pemanfaatan energi terbarukan dapat secara efektif menurunkan emisi karbon.

"Karena itu kami meminta PLN untuk memperbanyak penetrasi energi baru terbarukan. Kalau kendaraan elektrik jarak tempuhnya terbatas, kita perpanjang menggunakan bahan bakar hidrogen,” ujar Eniya.

Konsep teknologi mobil hidrogen ToyotaToyota Motor Corp. Konsep teknologi mobil hidrogen Toyota

Menurut dia,teknologi pengembangan bahan bakar hidrogen hijau dengan konsep elektrolisis dari kombinasi PLTS atau turbin angin dapat menjadikannya sebagai penyimpan energi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.