Selama PPKM, DAMRI Imbau Penumpang Terdaftar di Aplikasi PeduliLindungi

Kompas.com - 22/09/2021, 09:12 WIB
Bus Damri dan aplikasi PeduliLindungi DOK. DAMRIBus Damri dan aplikasi PeduliLindungi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2-3 Jawa dan Bali sejak tanggak 20 September sampai 4 Oktober 2021.

Pada periode tersebut, syarat untuk naik bus DAMRI pun disesuaikan. Hal ini mengikuti Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 17 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2021 tentang Peraturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, 3, dan 2 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Kini DAMRI memberlakukan sertifikat vaksin sebagai salah satu syarat untuk melakukan perjalanan. Sertifikat vaksin dapat diperlihatkan kepada petugas DAMRI melalui aplikasi PeduliLindungi, atau secara fisik (dicetak), ataupun secara digital dalam bentuk file foto.

Baca juga: PPKM Level 2-4 Diperpanjang, Ini Syarat Perjalanan ke Luar Kota Pakai Mobil Pribadi

Naik bus DamriDOK. DAMRI Naik bus Damri

Sertifikat vaksin yang diterima adalah sekurang-kurangnya vaksin dosis pertama. Namun, pelanggan yang belum divaksin karena alasan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin wajib melampirkan surat keterangan dokter.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain sertifikat vaksin, pelanggan juga harus menujukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan. Pelanggan dengan usia di bawah 12 tahun dibatasi untuk sementara.

Ketentuan tersebut hanya berlaku untuk perjalanan Jawa dan Bali, tetapi tidak berlaku untuk transportasi dalam wilayah aglomerasi atau Jabodetabek.

Baca juga: Ubahan pada Honda N7X, Penerus BR-V yang Meluncur Hari Ini

Khusus bagi pelanggan yang hendak menggunakan Aplikasi PeduliLindungi, DAMRI menyarankan untuk mengunduh aplikasi tersebut sebelum tiba di pul keberangkatan dan pastikan agar ponsel dapat berfungsi normal.

Selain itu, bagi pelanggan yang belum mengunduh sertifikat vaksin pada aplikasi tersebut, berikut langkah-langkah yang dapat diikuti:
1. Unduh aplikasi PeduliLindungi di PlayStore atau App Store
2. Buka aplikasi, baca informasi yang tertera pada tampilan awal, kemudian pilih “masuk” dan “Saya Setuju”
3. Jika belum punya akun, klik “Daftar”, dan ikuti petunjuk setelahnya. Jika sudah punya akun, langsung masuk menggunakan e-mail atau nomor ponsel yang terdaftar
4. Setelah Login, klik “Akun” di pojok kanan
5. Pilih tampilan vaksin, lalu klik “Unduh Sertifikat”

DAMRI mengimbau kepada para pelanggan untuk memperhatikan persyaratan yang berlaku di pul keberangkatan maupun pul tujuan, hal tersebut guna memastikan kelancaran proses keberangkatan dan kedatangan di pul DAMRI.

Bus Damri rute Ponorogo-SurabayaDOK. DAMRI Bus Damri rute Ponorogo-Surabaya

Selain itu, jadwal operasional DAMRI menuju Bandara tersedia mulai pukul 02.00 WIB – 18.00 WIB, sedangkan dari dalam Bandara pukul 07.00 WIB – 21.00 WIB. Kendati demikian, untuk mengurangi kepadatan, DAMRI melakukan pembatasan jumlah kapasitas bus sebesar 70 persen.

Semua pelanggan yang ingin melakukan perjalanan dapat memesan tiket melalui loket DAMRI, Aplikasi DAMRI Apps, kanal www.tiket.damri.co.id, atau agen pemesanan tiket lainnya.

Namun, pelanggan yang ingin mengajukan refund atau reschedule dapat mendatangi loket resmi DAMRI atau melalui e-mail admin.cs@damri.co.id maupun DM media sosial di DamriIndonesia. Untuk refund terdapat potongan 25 persen, sedangkan reschedule tambahan biaya 10 persen.

DAMRI terus mengimbau kepada pelanggan agar tetap konsisten mematuhi protokol kesehatan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap adanya varian baru Covid-19.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.