Pajero Pakai Pelat TNI Palsu, Pelanggaran Lalin atau Pemalsuan?

Kompas.com - 16/09/2021, 07:22 WIB
Polisi mengamankan pengemudi dan mobil Pajero yang menggunakan pelat dinas mirip TNI di Jalan Bulungan Raya, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu (12/9/2021) pukul 03.00 WIB. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOPolisi mengamankan pengemudi dan mobil Pajero yang menggunakan pelat dinas mirip TNI di Jalan Bulungan Raya, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu (12/9/2021) pukul 03.00 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com - Belum lama ini beredar di media sosial video pengemudi Mitsubishi Pajero yang diamankan petugas kepolisian karena menggunakan pelat nomor TNI palsu.

Kejadian bermula saat mobil diberhentikan dan hendak diperiksa oleh petugas. Saat diberhentikan, pengemudi mobil malah ingin menabrak anggota kepolisian.

Baca juga: Indonesia Mulai Produksi Mobil Listrik Mei 2022

Ketika akhirnya diringkus, pengemudi mobil diketahui menggunakan pelat dinas TNI bodong untuk menghindari razia.

https://www.instagram.com/tv/CTuWQEwpNGw/?utm_source=ig_web_copy_link

“Pakai pelat dinas TNI Palsu, sebagai kamuflase agar tidak kena razia,” ujar Kapolsek Metro Kebayoran Baru AKBP Febri Isman Jaya dikutip dari Megapolitan Kompas.com, Rabu (15/10/2021).

Pengemudi kemudian mengakui bahwa pelat dinas TNI berwarna merah bertulisan 6510-00 Denma Mabes TNI itu palsu, karena pelat nomor yang sebenarnya berwarna hitam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Budiyanto, pemerhati masalah transportasi mengatakan, meski memakai pelat nomor yang berbeda, hal tersebut masuk dalam pelanggaran lalu lintas bukan pemalsuan.

"Berbicara pemalsuan obyeknya surat, sesuai yang diatur dalam Pasal 263 (KUHP) ancaman penjara 6 tahun. Apabila hanya menggunakan TNKB tidak sesuai spectec (spesifikasi teknis) atau menggunakan TNKB lain merupakan pelanggaran lalu lintas," kata Budiyanto kepada Kompas.com, Rabu (15/9/2021).

Baca juga: Nissan GT-R T-spec Meluncur dengan Dua Warna Legendaris

Petugas Ditlantas Polda Riau saat menilang mobil dinas anggota dewan Sumbar, yang menggunakan pelat palsu.Dok. Ditlantas Polda Riau Petugas Ditlantas Polda Riau saat menilang mobil dinas anggota dewan Sumbar, yang menggunakan pelat palsu.

"Sebagaimana diatur dalam pasal 280 Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang LLAJ, pidana kurungan atau denda paling banyak Rp 500.000," katanya.

Mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya itu mengatakan, menggunakan pelat lain bisa termasuk pemalsuan apabila ditemukan STNK-nya juga palsu.

"Terjadi pidana pemalsuan seandainya ditemukan suratnya atau STNK-nya palsu dengan cara mengubah identitas kendaraan dan pemiliknya tidak sesuai dengan aslinya," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.