Semester Pertama 2021, Baru Ada 240 unit SPKLU yang Beroperasi

Kompas.com - 10/09/2021, 08:02 WIB
Ilustrasi SPKLU KOMPAS.com/RulyIlustrasi SPKLU

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat Infrastruktur Pengisian Listrik untuk mobil listrik baru 240 unit pada semester I/2021 dari target 390 unit (sisa 38,5 persen) hingga akhir tahun.

Tapi, 240 unit infrastruktur tersebut bukan semuanya untuk mobil listrik. Jadi, terdiri dari 166 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan instalasi privat electric vehicle (EV) charging station, serta 74 Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) untuk motor listrik.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Munir Ahmad mengatakan, ini merupakan upaya mempercepat program KLBB sekaligus menunjang akses bagi pengguna kendaraan listrik.

"Diharapkan semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk menggunakan kendaraan listrik," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (9/9/2021).

Baca juga: Mobil Bensin Salah Isi Solar, Apa Dampaknya?

Pertamina resmikan SPKLU komersial pertamanya di FatmawatiPertamina Pertamina resmikan SPKLU komersial pertamanya di Fatmawati

Infrastruktur pengisian kendaraan listrik ini tersebar di Indonesia dengan penempatan di pusat perbelanjaan, kantor PT PLN (Persero), Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU), gelanggang olahraga, bandara, ruas tol, perkantoran, dealer resmi, hingga pool taksi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, bentuk dukungan pemerintah terhadap kendaraan listrik adalah dengan menerbitkan regulasi pendukung berupa Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2020 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengisian Listrik untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Permen ESDM tersebut mengatur tanggung jawab badan usaha, proses perizinan, skema listrik, tarif tenaga listrik, insentif, hingga keselamatan berusaha.

Dalam kesempatan sama, Munir memaparkan capaian Ditjen Ketenagalistrikan terkait rasio elektrifikasi, susut jaringan, dan penambahan pembangkit, transmisi, gardu induk dan jaringan distribusi.

Baca juga: PPKM Level 3, Diler Mitsubishi Mulai Beroperasi Normal

Ilustrasi SPKLU Pertamina di sebuah SPBU di Lenteng Agung.Dok. Pertamina Ilustrasi SPKLU Pertamina di sebuah SPBU di Lenteng Agung.

"Rasio elektrifikasi nasional pada tahun 2021 memiliki target sebesar 100 persen. Artinya, semua rumah tangga di Indonesia memiliki akses energi listrik. Berdasarkan berita acara penetapan, rasio elektrifikasi nasional sampai dengan semester I/2021 sebesar 99,37 persen," ujar dia.

Selain itu, susut jaringan tenaga listrik sampai dengan triwulan I/2021 sebesar 9,00 persen sesuai dengan Surat Penetapan Realisasi Susut Jaringan PT PLN (Persero) pada 17 Juni 2021.

Pada tahun 2021, target susut jaringan tenaga listrik sebesar 9,01 persen.

Adapun hingga semester I/2021 ada penambahan pembangkit 679,59 MW, transmisi 1.203,31 kms, gardu induk 2.930 MVA, dan jaringan distribusi 6.951,56 kms.

"Pemerintah tetap menjamin dampak pandemi Covid-19 tidak akan mengganggu keamanan pasokan listrik dan dipastikan kondisi cadangan aman pada sistem ketenagalistrikan," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.