Bahaya, Jangan Netralkan Transmisi Mobil Saat Turunan

Kompas.com - 06/09/2021, 13:01 WIB
Ilustrasi mobil saat turunan Stanly/OtomaniaIlustrasi mobil saat turunan

JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan puncak menjadi salah satu lokasi favorit warga Ibu Kota untuk menghabiskan waktu akhir pekannya.

Jalan perbukitan yang naik turun memberi pengalaman yang menyenangkan saat dilalui bersama teman ataupun anggota keluarga.

Meski begitu, mengemudi di jalur yang naik turun butuh kewaspadaan ekstra serta teknik yang tepat. Pasalnya, jika salah bisa saja menimbulkan bahaya serta berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Salah satu teknik yang kerap dilakukan oleh pengemudi adalah menetralkan tranmsisi manual saat melaju di jalan menurun.

Dalihnya, teknik tersebut dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Baca juga: Ingat Motor Tak Pakai Spion Bisa Ditilang Rp 250.000

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, asumsi tersebut tidak sepenuhnya salah, namun bukan tindakan yang dibenarkan, sebab sangat berbahaya jika dilakukan.

“Justru berbahaya. Jalan menurun panjang dan terjal kalau hanya mengandalkan rem, bisa panas dan potensi vapor lock. Jadi harapanya transmisi bisa membantu proses pengereman dengan engine brake. Lebih ke arah safety. Tetapi kalau soal hemat bahan bakar dengan tranmsisi di posisi netral pengaruhnya itu kecil sekali,” ucap Didi saat dihubungi Kompas.com, Senin (6/9/2021).

Ilustrasi Rem blong Ilustrasi Rem blong

Sementara itu, Training Director The Real Driving Center Marcell Kurniawan mengatakan, dalam teknik mengemudi ekonomis, menetralkan persneling saat jalan landai dan memanfaatkan momentum kendaraan (rolling) memang dapat membuat penghematan penggunaan BBM yang signifikan.

“Namun perlu diingat hanya dalam kondisi jalan landai dan jarak di depan sangat aman. Tetapi untuk di turunan sangat tidak diperbolehkan, karena mobil dapat meluncur dengan kecepatan tinggi, dan kemungkinan celaka meningkat bila kita menetralkan persneling,” ucap Marcell.

Baca juga: Kenali Gejala Lelah Mengemudi, Sebaiknya Langsung Istirahat

Mercell melanjutkan, diperlukan pengereman mesin (engine brake) saat hendak melintasi jalan yang menurun. Jadi pastikan saat pengemudi melihat rambu peringatan yang menyatakan bahwa di depan terdapat turunan, segera lepas gas untuk mengurangi kecepatan.

“Saat kecepatan sudah sesuai, turunkan persneling ke gigi yang lebih rendah untuk mendapatkan efek pengereman mesin, bila diperlukan tambahkan rem dan jangan sekali sekali menetralkan persneling,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.