Kenali Gejala Lelah Mengemudi, Sebaiknya Langsung Istirahat

Kompas.com - 06/09/2021, 11:12 WIB
ilustrasi lelah mengemudi Kompas.com/Fathan Radityasaniilustrasi lelah mengemudi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam mengemudikan kendaraan, dibutuhkan stamina yang prima. Sebab kegiatan ini menguras tenaga dan bisa menyebabkan kelelahan. Terutama saat sedang bepergian jarak jauh karena dibutuhkan konsentrasi jangka panjang.

Normalnya seorang pengemudi butuh istirahat seusai mengemudi selama beberapa jam. Jika dipaksakan untuk tetap menyetir, konsentrasi bisa berkurang drastis. Risiko terparah akan menyebabkan kecelakaan.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan bahwa ada beberapa gejala letih atau lelah saat sedang mengemudi. Ketika merasakan gejala-gejala tersebut maka sangat disarankan untuk segera beristirahat.

Baca juga: Terios Nekat Lawan Arah Saat Macet, Bukti Pengemudi Minim Solidaritas

“Pertama pegal-pegal yang terjadi pada tubuh pengemudi. Mulai bagian tangan, pinggang, leher dan juga bahu. Jika sudah merasakannya, sudah waktunya untuk beristirahat,” ucap Sony kepada Kompas.com belum lama ini.

Ilustrasi mengantuk saat berkendaraalbayan Ilustrasi mengantuk saat berkendara

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selanjutnya gejala kedua yakni mata mulai terasa perih. Hal ini bisa terasa akibat terlalu memaksakan organ tersebut untuk terus melihat berbagai objek saat mengemudi. Selain itu, mata perih juga disebabkan terlalu banyak menerima sinar dari luar kabin.

“Ketiga, persepsi jarak terganggu akibat otak mulai tidak dapat merespons dengan benar. Keempat, kepala terasa berat akibat kantuk yang dialami,” kata Sony.

Baca juga: Cicilan Toyota Raize Cuma Rp 2,7 Juta per Bulan, Begini Caranya

Poin terakhir merupakan gejala paling parah. Ketika masih memaksakan mengemudi di tengah kondisi mengantuk, si pengemudi berisiko mengalami micro sleep alias tidur sesaat.

Meski micro sleep ini terjadi hanya dalam hitungan sepersekian detik, saat terjadi sudah bisa memperbesar risiko terjadinya kecelakaan karena fokus pengemudi hilang.

“Proses sampai mengalami micro sleep ini panjang, tapi banyak pengemudi yang mengabaikan dengan alasan tanggung, gengsi dan dikejar waktu,” ucapnya menambahkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.