Yogyakarta dan Bali Masih PPKM Level 4, Ini Aturan Naik Taksi Online

Kompas.com - 31/08/2021, 14:12 WIB
Salah satu Protokol J3K dari Gojek untuk mencegah penularan Covid-19 di masa transisi, yakni pemasangan ProtectShield di kendaraan GoCar. Dok. Humas GojekSalah satu Protokol J3K dari Gojek untuk mencegah penularan Covid-19 di masa transisi, yakni pemasangan ProtectShield di kendaraan GoCar.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) resmi mengumumkan kembali perpanjangan PPKM level 2-4 di Pulau Jawa dan Bali. Pelaksanaannya kini dimulai dari 31 Agustus hingga 6 September 2021.

Beberapa wilayah pun telah mengalami penurunan level intensitas PPKM ke level 3. Meski begitu, masih terdapat sejumlah daerah yang bertahan di tengah PPKM level 4, seperti Yogyakarta dan Bali.

Perbedaan penerapan level ini tentu turut menyebabkan perbedaan sejumlah regulasi kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan penularan virus Covid-19. 

Baca juga: Ini Daftar Harga Mobil Toyota yang Masih Dapat Diskon PPnBM

Dengan diberlakukannya aturan pembatasan kegiatan masyarakat level 4 ini, sejumlah sektor masih harus tetap mengetatkan operasionalnya. Salah satunya adalah penggunaan transportasi berkonsep ride-sharing seperti taksi online.

Mitra Pengemudi GrabCar dan penumpang dipisahkan dengan partisi plastik agar baik Mitra Pengemudi dan penumpang saling menjaga satu sama lain.Grab Indonesia Mitra Pengemudi GrabCar dan penumpang dipisahkan dengan partisi plastik agar baik Mitra Pengemudi dan penumpang saling menjaga satu sama lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengenai aturan penggunaan taksi online untuk wilayah yang masih menerapkan PPKM level 4, telah tertulis dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 35 Tahun 2021, tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2.

Menilik instruksi tersebut, taksi baik konvensional maupun online diperbolehkan beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen saja. Selain itu kembali diingatkan bahwa operasional taksi wajib menerapkan protokol kesehatan ketat.

Baca juga: Kevin Sanjaya Sunmori Geber Motor Roda Tiga Can-Am

Pemberlakuan pembatasan kapasitas penumpang yang hanya 50 persen ini tidak hanya diterapkan pada taksi saja, namun juga angkutan penumpang lainnya tidak terkecuali kendaraan sewa atau rental.

Lantas untuk perjalanan jarak jauh antar daerah tidak ada perubahan aturan terkait syaratnya. Perjalanan baik menggunakan kendaraan umum ataupun pribadi wajib menyertakan kartu vaksin minimal dosis pertama, dan hasil tes RT-PCR maksimal 2x24 jam, atau Rapid Test Antigen maksimal 1x24 jam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.