Menanti Putusan Insentif PPnBM 100 Persen, Gaikindo Harap Diperpanjang

Kompas.com - 31/08/2021, 13:41 WIB
Pengunjung melihat mobil-mobil yang dipamerkan pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPengunjung melihat mobil-mobil yang dipamerkan pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tak menampik tengah menunggu keputusan dari Kementerian Keuangan terkait kelanjutan insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) 100 persen.

Pasalnya, ketidakpastian suatu kebijakan bisa berdampak buruk terhadap pasar. Sehingga diharapkan dapat cepat rampung dan diperpanjang agar pemulihan industri otomotif nasional akibat Covid-19 cepat.

"Kami masih menunggu kabar selanjutnya. Ini untuk kepentingan bersama, sehingga diharapkan positif," kata Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto saat dihubungi, Selasa (31/8/2021).

Baca juga: Tips untuk Pemula Saat Mengemudikan Mobil Transmisi Manual di Jalan Menanjak

Ilustrasi penjualan mobil.AUTONEWS Ilustrasi penjualan mobil.

Diketahui, pembebasan tarif PPnBM untuk mobil 1.500 cc akan berakhir di 31 Agustus 2021. Hal ini tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan No 77/PMK.010/2021.

Setelahnya, diskon tetap berlanjut tetapi susut menjadi 25 persen selama September-Desember 2021. Maka, para pembeli mobil baru terkait akan dikenakan biaya PPnBM sebesar 75 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melihat perkembangan sektor otomotif usai diberlakukan PPnBM 0 persen selama Maret-Agustus 2021, Kementerian Perindustrian lantas mengirimkan surat permohonan untuk memperpanjang insentif terkait hingga akhir tahun

Namun, kepastian terkait hal tersebut belum diputuskan sampai dengan saat ini.

"Tahun lalu itu pasar turun luar biasa, di mana angka penjualan hanya 500.000 unit, seperti kembali 20 tahun lalu. Kini, jauh lebih baik," ucap Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi dalam kesempatan terpisah.

Baca juga: Ratusan Ribu Mobil Terdampak, Jangan Abai Seruan Recall Airbag

Ilustrasi penjualan mobilKOMPAS.com/STANLY RAVEL Ilustrasi penjualan mobil

"Januari-Juli 2021 kita sudah mencapai 588.881 unit secara wholesales, naik 49,4 persen dari tahun lalu. Terima kasih kepada pemerintah atas insentif yang diberikan sehingga industri otomotif bisa terselamatkan," lanjut dia.

Apabila diskon PPnBM DTP 100 persen tidak berlanjut, Jongkie mengaku tak bisa memprediksi kondisi pasar otomotif nasional dalam beberapa bulan ke depan.

Namun, kemungkinan terburuk target penjualan mobil sebesar 750.000 unit sampai dengan akhir 2021 akan meleset seiring naiknya harga mobil di pasar dalam negeri. Padahal, kini masyarakat sedang dihadapi pandemi.

“Analisa kami, kalau harga mobil naik orang yang tadinya sudah siap mau beli tidak jadi beli. Maka, bukan mustahil angka target penjualan mobil di tahun ini meleset atau turun," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.